Monday, 20 April, 2026

Perusahaan Amerika Lirik Kaltara

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendapat kunjungan dari salah satu perusahaan Laconic asal Amerika, untuk bertemu Gubernur Kaltara.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang pemetaan. Senior Vice President of Marketing Laconic Michael Weeks mengungkapkan, dapat melakukan pemetaan berbagai Sumber Daya Alam (SDA) di Kaltara. Yang berguna sebagai basis data untuk keperluan kredit karbon.

Data dari Kaltara nantinya dimanfaatkan dalam berbagai hal. Seperti pendanaan internasional, yang keuntungannya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan di Indonesia dan Kaltara.

“Sejauh ini, kami telah melakukan kerja sama pemetaan dengan sejumlah negara lain di dunia. Seperti Kanada, Karibia dan negara di Timur Tengah,” terangnya, Jumat (10/2).

Ia menjelaskan, kerja sama itu terkait biodiversitas, lingkungan dan data. Data keanekaragaman hayati di Kaltara dapat dikumpulkan dalam waktu 18 bulan. Pengumpulan data nantinya melibatkan 500 pekerja dan sejumlah teknologi. Mulai dari satelit hingga pesawat kecil, yang merupakan peralatan pemetaan termutakhir dari Amerika Serikat.

Kerja sama yang itu akan menguntungkan daerah. Sebab kerja pemetaan tersebut tidak bertujuan mengeksploitasi SDA. “Terpenting kebanyakan perusahaan asing datang untuk mengambil sumber daya alam, tapi kami tidak. Kami justru menjaganya. Kredit karbon nanti tetap menjadi milik daerah dan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengaku, tertarik untuk memulai bisnis perdagangan emisi karbon. Potensi itu di Kaltara sangat tinggi.  Sebab Kaltara memiliki hutan tropis dan primer. Salah satunya Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM).

Perdagangan karbon tentu akan memberikan sumbangsih yang besar, bagi pendapatan asli daerah (PAD) sesuai kapasitas kewenangannya. “Dengan adanya itu, Kaltara mampu membantu masyarakat dunia menghirup udara segar dan mengurai polusi,” harapnya.

Ia juga meminta instansi terkait membahas lebih lanjut, perdagangan karbon ini. Dengan Pemerintah Pusat bersama kelompok profesional dan kompeten. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru