Thursday, 25 June, 2026

Fokus Persoalan Ekonomi di Sosek Malindo

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menyusun sejumlah isu strategis, untuk dipaparkan saat rapat koordinasi dan persiapan pertemuan tim teknis serta persidangan Jawatan Kuasa Kerja (]KK) Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo) tingkat Provinsi Kaltara tahun 2023.

Selanjutnya, akan dibawa pada pertemuan Sosek Malindo pada Maret mendatang. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Kaltara Datu Iqro Ramadhan menjelaskan, dalam perjanjian kerja sama regional juga bilateral antar negara, Kaltara akan memaparkan sejumlah isu strategis. Sama seperti sebelumnya, persoalan ekonomi menjadi salah satu fokus dalam isu strategis Sosek Malindo.

“Sosek Malindo ini yang dibahas adalah ekonomi. Khususnya pada perdagangan di perbatasan. Kemudian Pos Lintas Batas Negara (PLBN), pendidikan dan kesehatan,” jelasnya, Selasa (14/2).

Tahun ini, pertemuan tim teknis dan persidangan JKK Sosek Malindo diadakan di Kota Kinabalu, Sabah Malaysia pada 14-16 Maret 2023. Tentu dibutuhkan sejumlah persoalan. Apalagi, untuk persoalan PLBN, pihaknya mengusulkan Seimenggaris – Serudong Malaysia. Ada juga terkait Pekerjaan Migran Indonesia (PMI).

Di mana hal itu menyangkut pendidikan. Apalagi, anak-anak PMI di perbatasan bisa terjamin. Pasalnya, banyak anak-anak dari PMI menerima pendidikan tidak baik.

“Begitu juga terkait kesehatan. Kita bagi tiga kelompok kerja untuk membahasnya. Yakni membahas ekonomi, sosial budaya dan keamanan,” sebutnya.

Kelompok kerja ini bekerja dulu dan menyiapkan yang menjadi isu strategis. Kemudian akan dimasukkan dalam paparan. Mana isu baru dan lama, namun belum terselesaikan. Masukan dari semua Pokja ini akan disampaikan di Sosek Malindo. Termasuk merumuskan kebijakan yang ditempuh, dalam kerja sama bilateral antara Indonesia dan Malaysia. Khususnya kerja sama pembangunan sosial ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Yaitu antara Provinsi Kaltara dengan Sabah dan Kaltara dengan Sarawak.

“Ini juga yang tengah kita susun. Harapannya, bisa merumuskan apa yang selama ini menjadi pertanyaan terkait wilayah perbatasan kita di Kaltara,” ungkapnya.

Bahkan, perbatasan Kaltara dan Malaysia, juga akan ikut dalam pembahasan Kalbar dan Malaysia. Ia menerangkan, persoalan Kaltara-Sabah akan menjadi wewenang dari Kaltara sepenuhnya untuk pembahasan. Namun untuk Kaltara-Serawak, akan bergabung dengan Kalbar dalam pembahasan Sosek Malindo. Sebab jika melihat wilayahnya, Kalbar dan Serawak lebih dekat. Sehingga untuk persoalan Kaltara -Serawak akan ikut Sosek Malindo bersama Kalbar. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru