Sunday, 21 June, 2026

Realisasi Investasi 2022 Lampaui Target

TANJUNG SELOR – Realisasi investasi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 2022 lalu mencapai Rp 13.704.547.246.093. Sebanyak 83 persen dari realisasi investasi tersebut, merupakan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri).

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menjelaskan, capaian realisasi investasi itu melampaui target hingga 144,26 persen, dari penetapan target dari BKPM sebesar Rp 9,5 triliun.

Kemudian, untuk persentase capaian dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mencapai 274,09 persen, dari penetapan target RPJMD sebesar Rp 5 triliun.

“Alhamdulillah realisasi dan rencana investasi terhadap target BKPM dan RPJMD 2022 melampaui target,” ujarnya, Jumat (17/2).

Zainal menegaskan, agar investor tidak dipersulit. Apalagi menyangkut masalah perizinan, investor harus dikawal. Bahkan jika perlu dilakukan jemput bola.

Sejauh ini, kontribusi nilai realisasi investasi secara keseluruhan pada periode tahun 2022 di Kaltara mengalami kenaikan 138,71 persen. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi investasi tahun 2021, dengan nilai Rp 5.741.032.240.000.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, tercatat perkembangan realisasi investasi tahun 2022 di Kaltara oleh PMA senilai Rp 6.178.096.890.000. Kondisi ini mengalami kenaikan investasi 217,1 persen, jika dibandingkan capaian realisasi investasi PMA pada tahun 2021 sebesar Rp 1.948.521.840.000.

“Untuk capaian realisasi investasi PMDN tahun 2022 sebesar Rp 7.526.450.356.093, atau mengalami kenaikan 98,5 persen. Jika dibandingkan dari capaian realisasi investasi tahun 2021 dengan nilai Rp 3.792.510.400.000,” sebutnya.

Adapun penyerapan tenaga kerja sebesar 5.028 orang. Yakni tenaga kerja lokal 4.942 orang atau 98 persen, dan tenaga kerja asing 86 orang atau 2 persen. Dengan perkembangan proyek secara keseluruhan tahun 2022 sebanyak 812 proyek. Terbagi menjadi proyek PMDN 675 proyek dan PMA 137 proyek.

Realisasi investasi fantastis di Kaltara akan mulai tercatat pada 2023 ini. Hal tersebut ditopang dari progres positif, seluruh mega proyek di Kaltara pada 2022 lalu.

“Ada mega proyek di Kaltara. Mulai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan dan Mentarang, hingga proyek Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru