TARAKAN – Sebanyak 250 ton beras didatangkan Perum Bulog Cabang Tarakan. Proses pembongkaran stok beras masih berlanjut hingga Rabu (22/2).
“Sebenarnya total ada 1.200 ton estimasi beras akan didatangkan. Bulan ini kami rencanakan akan masuk 1.200 ton beras. Ini 250 ton beras sudah bongkar,” ujar Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan Apriansyah.
Lonjakan stok beras tersebut dikarenakan mendekat bulan Ramadan. Menurutnya, permintaan beras akan naik tiga kali lipat. Ia menegaskan, komoditas beras sudah direncanakan didatangkan sejak Januari lalu.
Pihaknya menargetkan, seluruhnya untuk komoditas beras bisa masuk ke Tarakan sebanyak 1.200 ton. Sebenarnya, saat ini masih ada stok beras yang cukup sampai tiga bulan ke depan.
“Mencukupi sampai melewati Idul Fitri. Fungsinya Perum Bulog bukan mengantisipasi di hari-hari besar saja, melainkan ketersediaan stok harus sepanjang tahun,” tegasnya.
Cadangan stok beras ini diantisipasi untuk kondisi darurat dan memang perlu intervensi dari pemerintah. Dalam waktu dekat ini, pihaknya hanya fokus mendatangkan komoditas beras.
Namun selain beras, komoditas terigu juga ada didatangkan sebanyak satu kontainer berisi 18 ton. Kemudian minyak goreng, bulan ini total 80.000 liter selesai dibongkar. Dijadwalkan Maret mendatang ada penambahan lagi sebanyak 80 ribu liter. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan.
“Jumlahnya empat kontainer. Sebelumnya ada 60 ribu liter sudah masuk dan sisanya menyusul dua hari kemudian tiba di Tarakan langsung dibongkar,” imbuhnya.
Adapun komoditas lain seperti gula pasir, saat ini masih siap di angka 117 ton dan estimasi cukup sampai dua bulan ke depan. Jika nantinya permintaannya tinggi, direncanakan pada Februari ini dan paling lambat Maret ada penambahan stok sebanyak 100 ton untuk gula pasir.
“Adapun untuk kapal yang mengangkut dan mendatangkan, dikerjakan pihak ketiga dan pihaknya menerima langsung di gudang,” tuturnya. (kn-2)


