Monday, 22 June, 2026

ABK KM Bunga Lia Masih Trauma

TARAKAN – Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kaltara berencana akan memeriksa anak buah kapal (ABK) KM Bunga Lia, pekan depan.

Diketahui KM Bunga Lia tenggelam usai diterjang ombak tinggi dan menyebabkan salah seorang ABK meninggal dunia di perairan Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, pada 13 Maret lalu. Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya melalui Direktur Polairud Polda Kaltara Kombes Pol Bambang Wiriawan menegaskan, saat ini kondisi empat korban yang merupakan ABK sedang tidak sehat. Sehingga pihaknya belum bisa meminta keterangan para korban.

“Kondisi ABK dalam masa pemulihan, belum bisa kami mintai keterangan. Mungkin minggu depan baru bisa. Kan masih posisi kedukaan juga, kami hargai itu,” ungkapnya, Rabu (15/3).

Para ABK masih trauma dengan kejadian tersebut. Pihaknya menegaskan, kejadian tersebut sudah masuk dalam proses penyelidikan. Pihaknya fokus pada keterangan ABK terlebih dahulu, sebelum memanggil saksi lain. Sebab para ABK yang mengetahui persis kejadian tenggelamnya KM Bunga Lia.

“Kalau yang lainnya (saksi) itu belum kami periksa. Kami mau itu (periksa ABK) dulu. Nantinya kalau sudah ada keterangan ABK, baru ke yang lainnya,” tegasnya.

Dalam proses penyelidikan, pihaknya akan menanyakan dokumen kapal, daftar manifest ABK dan isi muatan KM Bunga Lia. Namun saat ini semua dokumen kapal telah hilang dan tenggelam bersama kapal.

“Jadi ya berdasarkan keterangan yang selamat ini saja. Dokumen kapal, manifest muatan itu hilang semua tidak ditemukan. Berarti kan tunggu keterangan yang selamat, baru bisa kami runtutkan,” ujarnya.

Disinggung soal muatan barang asal Malaysia, pihaknya tak ingin mengandai-andai. Keterangan muatan barang nantinya berdasarkan keterangan ABK. Pihaknya masih menelusuri adanya dugaan kelalaian nakhoda. Termasuk keberangkatan yang dipaksakan akibat cuaca buruk dan dugaan kelebihan muatan kapal.

“Tentu nanti akan dikaitkan. Kalau sudah tahu cuaca buruk tetap dipaksakan, kami akan lihat juga bagaimana dari BMKG-nya dan segala macamnya. Termasuk dugaan overload. Kami akan lihat dulu manifest,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, KM Bunga Lia tenggelam di perairan Pulau Bunyu yang ditumpangi 5 orang ABK, Amir (40), Ardiansyah (30), Mundar (30), Jamaludin (41) dan Akbar (30). Namun Akbar ditemukan meninggal dunia tidak jauh dari TKP. Diduga KM Bunga Lia mengangkut barang sembako asal Malaysia. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru