TANJUNG SELOR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bakal uji coba penerapan implementasi secara menyeluruh (Full Cycle) program subsidi tepat, untuk pembelian produk jenis BBM tertentu (JBT) menggunakan QR code, pada 28 Maret mendatang.
Hal tersebut sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian Harga Jual Eceran BBM. Juga termasuk Surat Keputusan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Nomor 04/P3JBT/BPH Migas/Kom/2020 tentang Pengendalian Penyaluran jenis BBM tertentu (JBT) oleh Badan Usaha. Sebagai pelaksana penugasan pada Konsumen Pengguna Transportasi Kendaraan Bermotor untuk Angkutan Orang atau Barang.
Sales Branch Manager Retail Rayon VI Kaltimtara Faisal menjelaskan, uji coba penerapan Full Cycle barcode QR code untuk Biosolar subsidi. Dilakukan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) reguler di Kabupaten Bulungan.
“Nanti, semua pembelian BBM Biosolar subsidi harus mempunyai QR code,” jelas Faisal, Selasa (21/3).
Faisal mengungkapkan, masyarakat agar segera melakukan pendaftaran program subsidi melalui website resmi Pertamina atau datang langsung ke SPBU. Saat ini, ada empat SPBU reguler di Kabupaten Bulungan yang sudah siap menerapkan Full Cycle barcode QR code. Meliputi, SPBU Jalan Katamso, Jalan Sengkawit, Kilometer (km) 2 dan Jalan Sabanar Lama.
Bagi masyarakat yang belum memiliki QR code tidak perlu khawatir. Sebab masih tetap bisa mengisi BBM Biosolar subsidi dengan jumlah maksimal 20 liter. “Ya, dengan uji coba Full Cycle barcode QR code penyaluran BBM subsidi bisa sesuai segmen yang diatur pemerintah,” harapnya. (kn-2)


