TARAKAN – Memasuki triwulan kedua, Unit Pelaksana Tugas (UPT) Tarakan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kaltara ditarget merealisasikan pendapatan melebihi 5 persen. Dari target di triwulan pertama.
“Untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sudah melebihi hingga 27 persen. Sementara realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sudah mencapai 25 persen. Pajak Air Permukaan (AP) mencapai 25 persen. Jadi jumlah total pendapatan kita, sudah mencapai Rp 18 miliar,” sebut Kepala UPT Tarakan BPPRD Kaltara Irawan, Selasa (28/3).
Kini pihaknya berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wajib PKB. Salah satunya dengan memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk memberikan sosialisasi terkait kesamsatan, taat pajak dan keselamatan berlalu lintas.
Sasaran kepada siswa SMA ini, didasari atas banyaknya yang menggunakan sepeda motor. Selain itu, sosialisasi kepada anak sekolah juga sangat penting dilakukan. Sebab akhir-akhir ini tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.
“Ini baru pertama kali turun ke sekolah. Karena untuk penggunaan kendaraan roda dua, banyak juga dari kalangan pelajar. Baik yang punya SIM maupun belum. Jadi yang belum miliki SIM, nanti kami arahkan ke lantas untuk segera mengurus SIM,” pesannya.
Dengan adanya kesadaran taat membayar pajak yang dilakukan pelajar, diharap akan meningkatkan target PAD dari sektor pajak kendaraan. Pihaknya sempat melakukan pengecekan terhadap STNK motor para pelajar SMAN 1 Tarakan. Alhasil, masih didapati yang belum membayar pajak tahunan dan sudah melewati masa pembayaran.
“Alhamdulillah di triwulan pertama target kita sudah tembus semua. Bahkan melebihi target,” imbuhnya.
Pihaknya juga berencana akan memasuki kampus, guna melakukan kegiatan serupa. Bahkan untuk sosialisasi ke kampus, akan dilakukan per fakultas. Rencananya akan dilakukan setelah Lebaran mendatang. Menurutnya, banyaknya mahasiswa yang menggunakan kendaraan menjadi target, untuk dilakukan sosialisasi terkait pajak kendaraan.
“Bahkan kami juga akan melakukan peninjauan lapangan lintas UPT. Kalau ke lapangan seperti biasa yaitu door to door dan hunting. Mungkin kami juga akan mengidentifikasi kendaraan perusahaan yang dari luar,” tuturnya. (kn-2)


