Thursday, 25 June, 2026

Kesibukan Dapur Masjid Al Akbar Siapkan 4 Ribu Porsi Menu Buka Puasa

Perjuangan menyajikan ribuan paket menu berbuka puasa di Masjid Al Akbar tidaklah mudah. Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Jatim tidak hanya dituntut membuat makanan lezat dan bersih. Mereka juga harus tepat waktu dan selalu fresh. Beberapa petugas pun rela bermalam di dalam tenda khusus.

WAHYU ZANUAR BUSTOMI, Surabaya

MENGGUNAKAN sarung tangan, Hari Mulyono menata satu per satu ayam kriuk ke sebuah tempat. Jemarinya dituntut telaten dan cekatan. Sebagai seorang koki di Tagana Jatim, dia harus bisa memasak di mana saja dan dalam kondisi apa pun. Termasuk saat siang waktu puasa.

Bertempat di parkir selatan Masjid Al Akbar, di sana terpacak tenda Tagana Jatim berukuran besar. Di situlah aktivitas memasak dilakukan. Saat siang, dari kejauhan sudah tercium aroma sedap dari dalam tenda. Kelezatan menu yang disajikan sudah terbayangkan. Apalagi, setiap hari masakan yang dibuat selalu berbeda.

Aroma di dalam tenda memang begitu menggiurkan. Tapi, juga membuat baju basah. Maklum, 14 kompor besar berada di sana.

Semuanya dioperasikan secara bersamaan. Belum lagi, saat wadah besar penanak nasi ukuran 25 kilogram dibuka.

Rasanya cukup panas seperti sauna. Ada 30 petugas tagana yang memasak setiap hari. Dari jumlah itu, 10 di antaranya bergiliran selama tiga hari dari kabupaten atau kota di Jatim.

Tentu saja, tantangan tim tagana dalam menyajikan makanan buka puasa tidak mudah. Bukan hanya menahan godaan dari menu yang dibuatnya. Tapi, mereka juga harus menjaga kondisi fisik.

Untuk itu, di sebelah tenda utama yang membentuk huruf L, terdapat tenda khusus yang cukup besar. Tempat tersebut digunakan beberapa petugas untuk tidur. Sementara itu, yang lainnya tidur di base camp Dinas Sosial (Dinsos) Jatim.

Koordinator Pengawas Dapur Tagana Jatim Twiadi mengatakan, sehari pihaknya menyajikan 4 ribu porsi makanan untuk berbuka. Tepatnya menyesuaikan permintaan dari Masjid Al Akbar. “Kalau ada tablig akbar, ya sampai 4 ribu porsi,” ucapnya.

Banyaknya porsi itu membuat petugas harus kuat semuanya. Sebab, aktivitas di dalam tenda biru itu tiada hentinya. Malam mereka belanja, dini hari persiapan, pagi sudah harus eksekusi. Mengingat pukul 1 siang makanan wajib sudah dikemas.

Basic petugas memang tidak ada yang khusus dari boga. Tapi, kemampuan mereka sudah tidak perlu ditanya. Sehari memasak 2–4 kuintal beras dianggap hal yang biasa. Termasuk menjaga agar rasa makanan tetap sama.

Memasak dalam jumlah besar membutuhkan pengalaman. Salah prosedur tak hanya membuat makanan tidak enak. Tapi, juga membuang bahan dan rugi.

Twiadi menuturkan, selama sebulan menu sudah disiapkan. Lauk mulai ikan, ayam, hingga daging sapi digilir setiap saat. “Sayur dan lauk setiap hari ada,” ucap Twiadi.

Tantangan berat menanti pada 10 hari menjelang Lebaran. Saat itu, Masjid Al Akbar juga menyediakan sahur gratis dalam jumlah besar. Setiap hari setidaknya ada 2 ribu porsi. (*/c6/git/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru