NUNUKAN – Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tunon Taka Nunukan melakukan suntikan vaksin bagi seluruh pendatang dari luar Nunukan. Khususnya yang menggunakan moda transportasi kapal laut. Untuk meminimalisir risiko penyebaran wabah Covid-19.
Kepala Kantor KKP Tunon Taka Nunukan dr Bahrullah mengatakan, petugas KKP tidak membedakan yang disuntik, memiliki KTP Nunukan atau warga luar daerah. Ketika masuk Nunukan melalui jalur laut, KKP akan melakukan pengecekan menggunakan aplikasi Pedulilindungi saat screening.
“Lebih pada pelayanan, semua pendatang yang masuk Nunukan kita screening, lalu disuntik vaksin Covid-19. Ini merupakan kebijakan pemerintah daerah dan sudah seuai SOP (Standar Operasional Prosedur),” jelasnya, Selasa (1/3).
Bahrullah menegaskan, pelayanan vaksinasi di titik masuk perbatasan RI, sebagai optimalisasi bagi masyarakat yang kesulitan mendapat vaksin. Banyak diantara para penumpang kapal yang datang jauh dari kampung halaman. Terkendala jarak dan jadwal vaksin di daerahnya. Sehingga KKP dan sejumlah petugas kesehatan di Nunukan, menyediakan akses lebih mudah. Sekaligus bisa mengontrol jumlah kedatangan selama pandemi Covid-19.
“Kondisi Nunukan saat ini, sebaran wabah naik terus tiap hari. Semua langkah dan upaya pencegahan harus digenjot, kita menggalakkan vaksin,” tegasnya.
Jika baru menerima sekali suntukan vaksin, mereka akan memberikan suntikan kedua. Pun demikian, jika sudah masuk masa untuk vaksinasi Booster.
“Kita mulai lakukan di sejumlah pelabuhan, ada Tunon Taka, Pelabuhan Feri Sei Jepun, dan Pelabuhan Speedboat Liem Hie Djung. Kita berikan vaksin Aztrazeneca dan Pfizer,” sebutnya.
Sampai hari ini, Selasa (1/3), kasus konfirmasi Covid-19 di Nunukan terdata 7.067 pasien terkonfirmasi. Ada 493 kasus aktif, 6.436 pasien sembuh dan 138 angka kematian akibat Covid-19. (kn-2)


