TANJUNG SELOR – Rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), masih dalam pembahasan. Rencana tersebut menjadi salah satu agenda nasional. Sebab nantinya di setiap provinsi, seperti Kaltara akan memiliki Kodam.
Komandan Korem 092/Maharajalila Brigadir Jenderal TNI Ari Estefanus saat dikonfirmasi menerangkan, untuk mempersiapkan hal itu sudah mendata satuan-satuan yang ada di wilayah Kaltara. Nantinya akan membentuk satuan baru. Pembentukan satuan-satuan ini akan dilakukan sebelum terbentuknya Kodam.
“Kami telah berkoordinasi dengan Kodam VI/Mulawarman dan Mabes AD. Terkait waktunya, pembentukan Kodam baru sesuai rencana strategis akan terlaksana 5 tahun ke depan,” terangnya, belum lama ini.
Berdasarkan petunjuk dari Panglima TNI maupun Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), nanti tiap provinsi akan dibentuk Kodam bukan Korem lagi. Sehingga ke depannya, Komando Distrik Militer (Kodim) tidak lagi melakukan koordinasi dengan Korem melainkan langsung ke Kodam.
Untuk itu, Korem 092/Maharajalila ke depannya akan dihilangkan atau statusnya dinaikkan menjadi Kodam. Bahkan Komandan yang sebelumnya bintang satu menjadi bintang dua.
“Bukan Korem lagi, nanti dari Kodam langsung ke Kodim. Korem nanti dihilangkan,” ujarnya.
Pembentukan Kodam baru ini dilakukan, karena rentan komando dan pengendalian (Kodal) tidak terlalu jauh. Kemudian, pertimbangan kewilayahan sehingga cepat respons jika ada sesuatu hal terkait pertahanan dan keamanan negara. Apalagi, wilayah Kaltara merupakan wilayah perbatasan negara Indonesia dengan Malaysia.
Selama ini Panglima ada di Kaltim, sehingga di Kaltara perlu komando kewilayahan yang levelnya lebih tinggi daripada Korem. (kn-2)


