Saturday, 18 April, 2026

Rata-Rata CJH Tarakan Sudah Lansia

TARAKAN – Sebanyak 150 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Tarakan diberangkatkan menuju embarkasi di Balikpapan, Senin (29/5).

Ribuan warga Tarakan memadati Masjid Baitul Izzah, Islamic Center untuk melepaskan keberangkatan keluarganya yang akan berangkat ke Tanah Suci. Tampak sejumlah warga menangis terisak, melepaskan keberangkatan sanak keluarganya terbang menuju Balikpapan. Wali Kota Tarakan Khairul mengatakan, sebanyak 150 CJH akhirnya berangkat, setelah melalui persiapan, mulai manasik sampai pelepasan.

Ia berharap ibadah haji dilancarkan hingga CJH kembali ke Tarakan. Sebab CJH yang akan mendaftar, harus menunggu selama 32 tahun berikutnya.

“Kami berpesan kepada jemaah, manfaatkan untuk beribadah full sebulan lebih. Karena mungkin utamanya itu saat berdoa bisa makbul. Termasuk permintaan wukuf di Arafah, Mekkah dan Raudah di Madinah itu doa pasti makbul. Harapannya mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik,” terangnya.

Ia melanjutkan, ibadah haji berbeda umrah. Sehingga  mengandalkan kekuatan fisik, termasuk mental. “Orang berangkat haji harus mampu. Tidak hanya mampu secara ekonomi, tapi juga fisik,” ucapnya.

Kepala Kantor Kemenag Tarakan Iramsyah Noor mengatakan, dari total 150 CJH, ada 90 diantaranya perempuan. Rata-rata CJH asal Tarakan sudah lansia. Tak hanya itu ada empat CJH yang menggunakan kursi roda. Namun ada dua jemaah yang dibopong menuju bis sebelum menuju bandara.

“Jumlah pendaftar saat ini sebanyak 4.849 orang. Jika dibagi 150 orang, maka daftar tunggu kita saat ini 32 tahun,” sebutnya.

Nantinya CJH asal Tarakan akan tinggal di salah satu hotel di  Madinah. Selanjutnya akan meneruskan perjalanan ke Mekkah di Sektor 9. Makanya, ia mengimbau CJH wajib mengingat semua nama hotelnya dan diminta agar kartu nama disimpan dengan benar.

“Jadi kalau misalnya lupa jalan, dilihatkan ke petugas. CJH kita sudah matang dalam kegiatan manasik haji. Mudahan bisa mempraktekkan di sana dan jemaah haji juga sudah menerima buku manasik haji,” jelasnya.

Diketahui, cuaca di Mekkah dan Madinah dikisaran 43 derajat celcius dan 46 derajat celcius. Suhu tersebut dianggap melebihi suhu di Tarakan. Sehingga pihaknya mengimbau CJH membawa alat pelindung diri seperti topi, masker dan payung.

Selain itu, CJH diimbau untuk memperbanyak minum air zam-zam untuk menghindari dehidrasi. Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Tarakan, Muhammad Aslam menjelaskan, CJH asal Tarakan tergabung dengan kloter 4 gelombang pertama.

Maka nanti CJH ini akan turun di Madinah dari Embarkasi Balikpapan. Selanjutnya dari Bandara Madinah, menuju hotel Arbain selama 8 hari, selanjutnya menuju Mekkah. “Jadi beda juga untuk gelombang kedua. Adapun tahun lalu, gelombang kedua langsung ke Bandara Jeddah,” tuturnya.

Untuk jemaah lansia yang menggunakan kursi roda, diharapkan nanti jemaah yang masih muda membantu saat beraktivitas di sana.

“Kursi roda disiapkan untuk membantu jemaah lansia yang tidak kuat berjalan. Kalau tahun 2020 kita pernah dapat Kaltara hanya 1 persen dari pusat, untuk keberangkatan lansia. Se-Tarakan hanya empat saja dari 417 se-Kaltara. Tahun ini sudah dinaikkan pemerintah karena di 2022 tidak ada lansia berangkat,” ungkapnya.  Maka tahun ini ada ditambah 5 persen. Jadi Kaltara dapat kuota lansia 21 orang.

Pelepasan CJH juga terlaksana di Bulungan, ada sekitar 94 CJH berangkat dari Pelabuhan VIP Kayan I Tanjung Selor menuju Kota Tarakan. Untuk bergabung dengan CJH yang masuk dalam kloter 4.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bulungan Jamaluddin Saleh mengatakan, jumlah 94 CJH yang berangkat merupakan pendaftar dari tahun 2011 -2012 lalu.

“CJH yang mendaftar dan menunggu 12 tahun lalu, baru berangkat tahun ini,” singkat Jamaluddin.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Bulungan H Mursal Noer BM menambahkan, sebelum berangkat ke Madinah seluruh CJH menjalani tes kesehatan tahap ketiga di Asrama Haji Balikpapan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Nantinya, CJH yang sakit tidak bisa memastikan. Apakah tetap bisa berangkat atau tidak, karena itu kewenangan KKP yang memutuskan,” ujarnya.

Daftar tunggu CJH, lanjut dia, saat ini sekitar 2.080 orang. Masa tunggu haji Bulungan itu 25 tahun. Jika mendaftar tahun ini, maka CJH baru bisa berangkat 2048 mendatang. Artinya, waiting list haji Bulungan masih cukup banyak.

“Kuota yang kita terima tidak sebanding dengan jumlah jemaah yang mendaftar. Sebab waiting list kita ini masih panjang,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru