Friday, 19 June, 2026

Komunitas Anak Kereta yang Fokus pada Keselamatan dan Kenyamanan Penumpang

Komunitas Anak Kereta aktif melakukan advokasi para pengguna jasa kereta yang mengalami ketidaknyamanan selama perjalanan di jalur komuter Jabodetabek. Mereka juga tak lupa memberikan perhatian pada sarana dan prasarana perkeretaapian.

SUGIH MULYONO, Jakarta

KASUS pelecehan seksual marak terjadi. Korbannya pun datang dari berbagai kalangan, termasuk para penumpang kereta.

Beranjak dari permasalahan tersebut, Komunitas Anak Kereta (Anker) akhirnya terbentuk pada 2018.

Dengan beranggota para penumpang yang aktif menggunakan kereta, Anker hadir untuk berusaha membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di perkeretaapian. “Jadi, Komunitas Anak Kereta  ini fokusnya memang agak berbeda dari komunitas kereta lain,” kata Tyaswiyasa Satrian Aryuda, salah satu pengelola akun Twitter Anker, saat berbincang dengan Jawa Pos mengenai Komunitas Anker Kamis (25/5) pekan lalu.

Menurut Tyas yang selalu menggunakan kereta untuk beraktivitas, selain Anker yang didirikan Fikri Muhammad Ghazi, masih banyak komunitas kereta lain. Mereka tentunya juga menyuarakan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan perkeretaapian. Misalnya, terkait jadwal perjalanan kereta maupun kondisi kepadatan di stasiun.

“Anker pasti juga menyuarakan terkait kondisi itu, tapi kami memang lebih fokus ke sisi keselamatan dan kenyamanan penumpang,” ucapnya.

Bahkan, belakangan, warga Bogor itu itu menyebut Anker relatif lebih konsisten mendorong bagaimana cara Kereta Commuter Indonesia (KCI)  yang beroperasi di kawasan Jabodetabek menyelesaikan kasus-kasus pelecehan seksual yang kerap terjadi di dalam perjalanan. Khususnya di commuter line yang belum lama ini juga terjadi kasus pelecehan oleh petugas.

Terkait pelecehan seksual, Tyas menyebut Anker memang lebih berkonsentrasi melakukan advokasi. Termasuk melakukan pendampingan kepada korban yang rata-rata memang merupakan kaum perempuan. Meski, dalam beberapa kasus, sebenarnya juga ada laki-laki yang menjadi korban.

“Tapi kalau untuk laki-laki memang penanganannya cukup silent. Sebenarnya, mungkin banyak yang menjadi korban. Hanya, mungkin cowok lebih ngerasa gengsi kalau ngaku dilecehkan,” ujarnya.

Selain konsentrasi pada advokasi kasus pelecehan seksual, Anker tentunya juga mendorong penyelesaian masalah-masalah lain yang ada di perkeretaapian. Bahkan, Anker bersama komunitas kereta lainnya pernah membuat petisi tentang keselamatan perkeretaapian. Khususnya di commuter line .

Untuk saat ini, diakuinya sarana dan prasarana di perkeretaapian, khususnya commuter line , memang masih banyak permasalahan. Di antaranya, mulai dari rangkaian yang kurang, perubahan jadwal operasional, bentuk stasiun, hingga kepadatan yang sering terjadi di Stasiun Manggarai. Khususnya saat jam-jam orang berangkat dan pulang bekerja.

Selain Stasiun Manggarai, sebenarnya ada beberapa stasiun lain yang masih banyak dikeluhkan pengguna commuter line . Di antaranya, Stasiun Jakarta Kota dan Tebet yang jarak antara peron dan kereta cukup tinggi meski memang sudah diakali dengan menggunakan bancik trap besi. Masalah lainnya, terkadang eskalator atau lift di stasiun tidak berfungsi baik.

Terkait hal tersebut, menurut dia, bebannya memang bukan di KCI, melainkan tanggung jawab Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Dia mengakui, saat ini pihaknya belum memiliki akses untuk berkomunikasi ke DJKA.

Sejauh ini, ditambahkan Tyas, pihaknya –terutama yang aktif di dapur Komunitas commuter line  – lebih banyak mendorong untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemukan di lapangan lewat jalur informal. Yakni, berkomunikasi langsung dengan pihak terkait.

Kebetulan, pengurus dapur Komunitas commuter line  memang memiliki banyak kedekatan pribadi dengan beberapa orang KCI. “Di dapur Komunitas Anker itu yang aktif ada 6–8 orang yang latar belakangnya memang pekerja dari berbagai bidang, selain ada satu yang masih mahasiswa. Komunitas Anker sendiri dibentuk Mas Fikri. Cuma, beliau sudah tidak aktif lagi karena domisili sudah tidak di Jabodetabek,” ucapnya. (*/c6/ttg/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru