TIDENG PALE – Lokasi perpustakaan KTT sebelumnya memanfaatkan gedung eks Taman Kanak-Kanak (TK) yang berada di Jalan Gereja Tideng Pale. Namun, kini perpustakaan tersebut pindah di samping SMAN Terpadu.
Pindahnya perpustakaan itu ternyata memberikan dampak terhadap kunjungan masyarakat yang berkurang. Di satu lokasi yang ada saat ini dinilai kurang strategis. “Kalau tempat sebelumnya strategis. Bisa dijangkau masyarakat, namun setelah dipindahkan ke samping SMAN Terpadu. Minat baca menurun dan sulit dijangkau masyarakat,” jelas Kabid Penyelenggaraan Dinas Perpustakaan KTT Hasnah, Kamis lalu (3/3).
Meskipun berlokasi yang sulit dijangkau masyarakat, namun pelayanan tetap dioptimalkan. Dengan membuka perpustakaan di hari kerja mulai pukul 07.30-16.30 Wita. Kunjungan masyarakat ke perpustakaan untuk membaca pun kurang. Bahkan, dalam sehari tidak ada yang datang.
Menurut Hasnah, untuk menarik minat membaca masyarakat perlu dilakukan pembenahan. Termasuk perlu adanya perpustakaan mobile dan mensosialisasikan kepada masyarakat. “Pengunjung yang datang pun biasanya dari kalangan pelajar. Dengan jumlah buku yang tersedia saat ini masih sekitar tiga ribuan,” ungkapnya.
Perpustakaan baru-baru ini mendapatkan bantuan penambahan buku dari komunitas buku Tarakan. Sehingga dapat menambah koleksi buku di perpustakaan. Pengunjung yang ingin meminjam buku, wajib memiliki kartu anggota. Untuk durasi peminjaman selama sepekan, jika terlambat mengembalikan dari waktu yang ditentukan. Maka bisa dikenakan sanksi administrasi.
“Apabila hilang maka disuruh ganti dengan judul yang sama dari buku yang dipinjam,” tuturnya. (kn-2)


