TANJUNG SELOR – Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, agar Indonesia memiliki ketahanan pangan yang kuat. Bisa berswasembada serta penghasilan para petani, nelayan semakin meningkat. Sehingga, masyakarakat bisa mendapatkan kecukupan pangan dengan harga yang terjangkau.
Untuk memenuhi kecakupan, perlu adanya keterampilan dan peningkatan produktivitas pangan di daerah. Seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan. “Kita ingin petani lebih produktif, banyak belajar mengenai potensi yang ada. Termasuk masalah komoditas yang cocok dikembangkan di Bulungan,” tutur Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala, belum lama ini.
Bahkan, menurut Ingkong, perlu juga beradaptasi dengan kulture dan tekanan budaya karakter yang ada. Karena dengan mampu beradaptasi, tentu petani dan nelayan di Bulungan bisa menghasilkan hasil yang lebih baik.
“Untuk dapat memiliki kemandirian pangan di negeri sendiri, perlu adanya peningkatan produksi pangan. Hal itu untuk menunjang ketahanan pangan sesuai yang diharapkan,” ujarnya.
Petani Bulungan pun berkesempatan mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVI 2023 di Padang. Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah, agar para petani mendapat ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang saat ini.
“Dengan adanya pertemuan semua petani, mereka akan bertukar pikiran, informasi pengalaman serta mengembangkan kemitraan. Termausk jejaring kerja sama antara petani, nelayan, petani hutan, peneliti, penyuluh dan pihak swasta,” jelasnya.
Bahkan, Wabup pun mengingatkan agar petani dan nelayan semakin terampil serta menambah pengetahuan. Perlu pembaharuan dan keterampilan, agar petani dan nelayan mau sigap. Dalam menghadapi setiap tekanan, dalam memajukan ketahanan pangan di Bumi Tenguyun—sebutan lain Kabupaten Bulungan. (kn-2)


