TARAKAN – Undangan serta materi pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Tarakan sebagian sudah dibagikan kepada peserta.
Namun sebanyak 59 peserta dari pengurus kota masing-masing cabang olahraga, hanya 42 yang memenuhi syarat sebagai peserta. Sedangkan 17 sisanya, cabor tersebut belum memperpanjang SK kepengurusan.
“Persiapannya sudah 95 persen. Tinggal menunggu hari H pelaksanaan. Peserta lain kami masih menunggu SK kepengurusan sampai Rabu (14/6). Karena Rabu ini batas akhir pemasukan mandat dari cabor untuk mengikuti Musorkot,” ujar Ketua Panitia Musorkot KONI Tarakan Bismark Sanusi, Senin (12/6).
Ia menegaskan, adanya batas waktu pengajuan mandat dikarenakan harus mengatur jumlah kursi peserta. Dalam pelaksanaan Musorkot, pihaknya mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Kami sudah konfirmasi pak Wali Kota Tarakan. Kami berharap beliau hadir. Kalaupun tidak hadir, kan ada yang mewakili dari pemerintah. Karena Forkopimda ini sebagai pelindung. Kami perkirakan total peserta sekitar 220 orang,” ungkapnya.
Dalam AD/ART KONI, maksimal ada 3 orang masing-masing cabor yang bisa mewakili dalam pelaksanaan Musorkot. Namun nantinya jumlah peserta akan diketahui pada 12 Juni mendatang.
Diketahui, terkait tata cara dan pemilihan Ketua KONI dilakukan dalam rapat anggota. Untuk menjadi calon Ketua KONI, tidak perlu diberikan dukungan terbuka dan secara tertulis. Artiya, dukungan peserta atau pengurus cabor tetap dirahasiakan. Selain itu, untuk menjaga kekompakan antara pengurus cabor dan KONI Tarakan.
“Pada saat Musorkot, setiap peserta diberikan kertas untuk menulis nama bakal calon Ketua KONI. Bagi siapapun orangnya yang memperoleh dukungan 30 persen dari peserta. Maka akan menjadi bakal calon. Itu kami perkirakan sekitar 3 calon ketua. Kalau hanya ada 1 calon lebih memenuhi 30 persen, maka ditetapkan sebagai Ketua KONI,” tegasnya.
Jika nantinya ada 3 orang yang memenuhi dukungan 30 persen, maka akan kembali dipilih melalui voting oleh peserta. Sementara jika ada dukungan lebih dari 50 persen, juga akan ditetapkan sebagai Ketua KONI Tarakan. Setelah, menyatakan surat kesediaan menjadi Ketua KONI dan memaparkan visi dan misi dihadapan peserta Musorkot.
“Jadi pada saat pembukaan, kita tidak tahu siapa yang mencalonkan. Kecuali saat dibuka kertas dukungan, baru akan ditahu siapa yang mencalonkan. Jadi berharap, peserta yang tidak memilih orang yang terpilih, tetap kita akan kompak,” pungkasnya. (kn-2)


