Wednesday, 27 May, 2026

Pembinaan Lebih Intens Menuju STQ Nasional

TARAKAN – Kabupaten Bulungan kembali menjadi juara umum pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Kaltara 2023.

Raihan poin Kabupaten Bulungan 115 poin disusul Kota Tarakan dengan 108 poin, Nunukan 66 poin, Malinau 60 poin dan Kabupaten Tana Tidung 9 poin. Dengan raihan tersebut, Kabupaten Bulungan mampu mempertahankan gelar 8 kali berturut-berturut.

Pendamping Kafilah Kabupaten Bulungan, Nasrullah mengaku akan mengkaji kembali cabang-cabang yang menjadi kekurangan qari dan qariah selama bertanding. Salah satunya akan mendatangkan pelatih nasional dan melakukan program latihan rutin lebih intens lagi.

“Cabang yang perlu kami benahi itu, hafalan hadis 500 tanpa sanat, hafalan hadis 100 bersanat putra dan putri, mufassir Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Kemudian dalam bidang cabang hafid quran 20, 30, 10 juz. Itu juga kami lemah. Kecuali 30 juz putra itu inshaallah Bulungan juara bertahan disitu,” jelasnya, Kamis (22/6) malam.

Pembinaan kembali akan dilakukan usai perhelatan MTQ di Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan pada September 2023. Salah satunya, pihaknya akan melakukan edukasi dengan lebih intens kepada qari dan qariah terbaik.

Disinggung persiapan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) pada Oktober 2023 di Jambi, pihaknya melakukan pembinaan di setiap kecamatan. Salah satunya qari dan qariah mengaji secara pribadi bersama guru usai pulang sekolah.

“Nanti dari Bulungan diwakili 13 orang untuk di STQ, Tarakan 10 orang, Nunukan 7 orang dan Malinau 8 orang,” sebutnya.

Ia mengakui, raihan 13 juara terbaik I MTQ kali ini menurun. Jika dibandingkan MTQ tahun lalu pihaknya mampu meraih 14 juara terbaik. Namun untuk juara II tahun ini, pihaknya mampu meraih 15 gelar dibanding tahun lalu hanya 8 gelar.

“Jadi meningkat kami di juara dua dan menurun di peringkat pertama. Sehingga peringkat dua memberi dukungan poin secara keseluruhan. Salah satunya cabang juara satu itu ada tartil quran, tilawah anak-anak, remaja dan qiraat,” ungkapnya.

Menurutnya, jika qari dan qariah tidak bisa mencapai standar nilai, belum tentu bida meraih juara pertama. Meskipun hanya ada satu peserta. Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kaltara Datu Iqro Ramadhan mengatakan, kegiatan MTQ VIII ini merupakan persiapan Kaltara untuk mengikuti event STQ Nasional.

Selanjutnya qari dan qariah bisa membawa nama baik diri sendiri hingga Provinsi Kaltara. Ia menyampaikan, bagi peserta yang belum berhasil menjuarai MTQ ini tidak berkecil hati, tetap tegar, semangat serta terus berlatih. Untuk meraih keberhasilan pada MTQ pada tahun yang akan datang di Kabupaten Tana Tidung (KTT).

“Kita sudah beberapa kali mengikuti MTQ atau STQ tingkat nasional. Kita selalu mengutamakan anak-anak atau qari qariah anak Kaltara. Kenapa saya tekankan seperti ini. Karena akan memberikan pengalaman kepada qari qariah Kaltara di tingkat nasional, walaupun belum mencapai juara. Setidaknya memberi pengalaman kepada kita untuk ikut kompetisi tingkat nasional,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru