Tuesday, 26 May, 2026

GPM Merupakan Stabilisasi Pasokan

TARAKAN – Antusias masyarakat terlihat saat dibukanya program Gerakan Pangan Murah (GPM) oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Perum Bulog Cabang Tarakan, Senin (26/6).

Dalam kegiatan tersebut, disediakan berbagai macam sembako dengan harga murah, untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Salah seorang pembeli, Asrina (39) mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Sebab ada beberapa kebutuhan pokok dengan harga yang terbilang mahal. Terlebih saat ini masyarakat menginginkan kebutuhan pangan jelang Iduladha.

“Iya alhamdulillah harganya murah-murah semua. Saya datang ke sini beli telur, minyak goreng, sayur sama sabun cuci piring. Harganya juga selisih Rp 4 ribu sampai Rp 7 ribu. Walaupun hanya dibuka satu hari, tapi ini sedikit membantu masyarakat,” ucapnya.

Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan Apriansyah mengatakan, GPM merupakan stabilisasi pasokan dan harga pangan kegiatan serentak di seluruh Indonesia. Pihaknya sebagai mitra Bapanas ditunjuk menyediakan sebagian besar komoditas pangan yang tersedia di gudang untuk dijual.

“Kami menjual beras premium dua jenis. Ada beras etam dan premium biasa. Untuk beras etam 5 kg harga Rp 68 ribu dan premium biasa 5 kg diharga Rp 60 ribu. Harga ini di bawah harga pasar. Memang sudah komitmen, harganya harus di bawah harga pasar,”katanya.

Adapun untuk beras medium disediakan 5 kg seharga Rp 49 ribu. Sementara gula awalnya seharga Rp 13.500 per 1 kg. Karena dari Pemprov Kaltara ada subsidi Rp 1.000 per kg, sehingga  dijual ke masyarakat untuk gula putih Rp 12.500 per 1 kg.

“Jadi ada perbedaan harga. Kami awalnya Rp 14.000 harganya, kemudian turun jadi Rp 13.500 dan dapat subsidi turun lagi jadi Rp 12.500 per kg. Kalau untuk minyak goreng masih sama Rp 13.500, meski HET ditetapkan Rp 14.000. Tapi kami jual  Rp 12.500 per liter,” sebut Apriansyah.

Ia menegaskan, antisipasi Iduladha untuk gula pasir saat ini sudah menyiapkan 60 ton dan minyak goreng 50 ribu liter. Sementara untuk stok beras, cukup tiga bulan ke depan. Untuk medium beras disiapkan 250 ton menyusul masuk awal Juli 350 ton.

Sementara itu, Kepala Cabang Logistik pada Kantor PT Pelni Cabang Tarakan Endang Widya Astuti menyediakan aneka frozen food. Sebab ada banyak permintaan dari masyarakat yang cukup tinggi. Adapun produk paling laris dibeli, yakni nugget dengan harga Rp 40 ribuan per kg asal Surabaya.

“Penjualan sampai hari ini (kemarin, Red) sudah banyak karena ada sekitar 21 jenis kami jual. Kami fokus jual frozen food saja. Yang cari ayam beku, kami arahkan ke toko. Ada nugget keju, sayap bumbu, pedas manis Rp 45.500 tapi yang dominan sementara nugget best sellernya. Ada kornet Rp 19 ribu, kornet ayam produk dalam negeri juga,” singkatnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru