Monday, 25 May, 2026

Nelayan Tarakan Selamat usai Kapal Karam

TARAKAN – Diduga karena cuaca buruk, dua orang nelayan Ardi (21) dan Irwan (25) dikabarkan tenggelam di perairan Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, sekitar pukul 23.00 Wita, Minggu (25/6) lalu.

Beruntung kedua nelayan tersebut berhasil diselamatkan personel Satrol Lantamal XIII Tarakan sekitar pukul 12.45 Wita, Senin (26/6). Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kaltara Rustan mengaku mendapat informasi pada Senin pagi dari keluarga korban.

Perahu korban saat memancing ikan tenggelam di perairan Pulau Bunyu. “Tadi pagi saya laporkan ke petugas. Kejadiannya di perairan Bunyu jauh dari Tarakan sekitar 1 jam,” ucapnya.

Kedua korban merupakan warga Jalan Kusuma Bangsa RT 8, Kelurahan Lingkas Ujung yang beraktivitas memukat ikan. Sejak pagi, ia telah melaporkan bahwa korban berada di atas kapal TB 2008 batu bara. Sehingga pihak Satrol Lantamal XIII Tarakan langsung menuju lokasi guna melakukan evakuasi.

Terpisah, Komandan Lantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Deni Herman melalui Kepala Dinas Penerangan Letkol Laut (KH) Amja Gultom mengatakan, menerima laporan ada kapal tenggelam di perairan barat Pulau Bunyu di koordinat 3’ 35.1121 N 117’ 45.0266 E. Kapal KM Mario Rio yang digunakan korban melakukan aktivitas pencarian ikan hingga malam hari dan langsung bermalam di atas sungai.

“Melihat cuaca buruk angin kencang dan badai, pukat diangkat pukul 21.00 Wita. Kapal ditambat di salah satu besi pancang, tetapi kapal makin tenggelam pada pukul 22.00 Wita. Tambatan kapal dilepas dan langsung dihantam angin kencang badai sehingga kapal terbalik. ABK menyelamatkan diri menuju tugboat TTB 2008 dengan cara berenang, selanjutnya menghubungi keluarga korban,” bebernya.

Akhirnya personel Lantamal XIII Tarakan berhasil mengevakuasi kedua korban yang berada di tugboat. Selanjutnya menuju kapal korban yang tenggelam untuk dievakuasi dan dibantu nelayan asal Tarakan.

“Selanjutnya korban dibawa ke Tarakan untuk diserahkan ke pihak keluarganya. Pengangkatan KM Mario Rio sampai saat ini masih proses evakuasi dan dengan bantuan kapal kurau dari Tarakan,” tuturnya.

Sementara itu, Irwan yang merupakan juragan kapal, menguraikan kronologis angin kencang yang menghantam perahunya. Saat perahu terbalik, ia mengambil pelampung pukat untuk menyelamatkan diri. Handphone berserta barang berharga lainnya juga sudah terlebih dulu dimasukan ke dalam plastik.

“Kami berenang dan berpegangan hingga ke ponton kapal itu,” ucapnya.

Dalam kurun waktu kurang lebih 3 jam, korban terombang ambing sembari berhenti. Bahkan keadaan sudah lelah, kedua korban tetap berpegangan tangan.

Cuaca buruk dan kondisi lautan yang gelap menambah kesulitan korban untuk menyelamatkan diri. Akhirnya korban mampu menaiki ponton dan mengetuk pintu kapal, sehingga ABK terbangun. “Dikasih baju ganti sama yang punya kapal. Sampai di kapal kami menelepon keluarga,” tuturnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru