TARAKAN – Wali Kota Tarakan Khairul menginstruksikan, penyaluran bantuan korban kebakaran di Jalan Jembatan Bongkok, Kelurahan Karang Anyar Pantai hanya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan.
Namun bagi lembaga, kelompok dan organisasi masyarakat yang akan mengumpulkan donasi, diharap berkoodinasi dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan untuk diterbitkan rekomendasi.
“Bantuan dapat disalurkan ke posko tanggap darurat di SDN 019 RT 22 Kelurahan Karang Anyar Pantai. Prioritas yang dibutuhkan warga terdampak kebakaran itu, air bersih, air mineral, uang tunai, makanan siap saji dan ayunan bayi,” ujar Khairul, Selasa (4/7).
Ia menegaskan, posko tanggap darurat akan ditutup pada 7 Juli mendatang. Namun pendirian posko sewaktu-waktu dapat diperpanjang jika memang dibutuhkan. Pihaknya tengah fokus memvalidkan data korban kebakaran secara berjenjang. Mulai dari tingkat RT, kelurahan hingga kecamatan.
Tak hanya itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Tarakan bekerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kaltara dan Forum Anak Tarakan, untuk melaksanakan pemulihan trauma.
“Kami juga sudah merapatkan terkait upaya penataan kawasan. Beberapa hal teknis terkait kesehatan, sanitasi, dan kebutuhan bagi para petugas dibahas untuk dilaksanakan di lapangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Karang Anyar Pantai Yohanes Patongloan mengatakan, berdasarkan hasil pendataan, rata-rata rumah yang terbakar terbagi menjadi peta bidang tanah (PBT). Dengan status hak pakai, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan mandiri.
“Kalau PBT itu hanya hak pakai. Kalau hak milik tidak bisa dikeluarkan kantor pertanahan. Karena di daerah pesisir,” ungkapnya.
Penataan yang akan dilakukan Pemkot Tarakan nantinya, akan difokuskan pada akses jalan masuk menuju lokasi bekas kebakaran. Meski status lahan milik masyarakat, Pemkot Tarakan berhak menata tempat yang masuk dalam kawasan kumuh.
Ia menegaskan, penataan kawasan akan mempermudah masyarakat yang ingin kembali membangun rumah. Saat ini terdapat beberapa masyarakat yang menghibahkan sebagian lahannya, guna perluasan akses jalan masuk menuju pemukiman Perikanan. “Tidak minta-minta, nantinya kalau ada musibah atau apa akses bantuan seperti pemadam juga lebih mudah masuk kembali,” tuturnya.
Terdapat sebanyak 20 KK yang menghibahkan lahannya kepada pihak pemerintah. Dengan masing-masing hibah 2 meter pada sisi kiri dan kanan jalan. “Yang kami mau tata itu lebih ke gang-gang atau jalan masuk ke lokasi pemukiman,” tuntasnya. (kn-2)


