TANJUNG SELOR – Ketersediaan minyak goreng di gerai Alfamidi, beberapa hari ini mengalami kekosongan. Namun, kekosongan stok tersebut akan segera teratasi.
Pasalnya, dijadwalkan kemarin (6/3), sebanyak 2.964 liter minyak goreng akan mengisi di sejumlah gerai di Tarakan. Untuk minyak goreng merek Bimoli dikirim dari Surabaya sejak 25 Februari. Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kaltara Hasriyani.
Hasriyani merincikan, untuk Alfamidi Gajah Mada I Tarakan akan disuplai 264 liter, Alfamidi Mulawarman I Tarakan 252 liter, Alfamidi Lestari 192 liter, Alfamidi Juwata 204 liter dan Alfamidi Kesuma Bangsa I 252 liter.
Kemudian, Alfamidi Pulau Bunyu 192 liter, Alfamidi Aki Balak 204 liter, Alfamidi Agus Salim Tarakan 204 liter, Alfamidi Jensud 240 liter, Alfamidi Gajah Mada II 240 liter, Alfamidi Mulawarman 3 sebanyak 180 liter, Alfamidi Sei Sayap 180 liter, Alfamidi Yos Sudarso 180 liter dan Alfamidi Yos Sudarso 3 sebanyak 180 liter.
“Mudahan begitu datang dan terisi, bisa langsung diproses dan dijual. Sebab minyak goreng ini sangat dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai, lambat dan masyarakat jadi resah,” harapnya, Minggu (6/3).
Sebanyak 840 liter minyak goreng juga akan tiba pada empat gerai Alfamidi di Tarakan pada 13 Maret nanti. Minyak goreng dengan merk Bimoli ini juga dikirim dari Surabaya pada 7 Maret. Alfamidi Dr Soetomo akan mendatangkan 264 liter, Alfamidi Wijaya Kusuma, Kusuma Bangsa 2 dan Yos Sudarso 2 masing-masing 192 liter.
Adapun, untuk tujuh gerai Alfamidi di Bulungan baru dijadwalkan menerima pengiriman minyak goreng pada 8 Maret. Dengan total sebanyak 1.140 liter minyak goreng merek Fraiswell yang telah dikirim dari Samarinda pada 4 Maret lalu. Stok minyak goreng yang datang di Alfamidi KH Maskur, Semangka, Cendrawasih dan Salak masing-masing 60 liter.
Lalu, Alfamidi Sengkawit dan Langsat dan Kilo 2 masing-masing dengan 300 liter. Dia meminta setiap petugas di gerai dapat maksimalkan dalam memberlakukan pembatasan pembelian. Sehingga bisa merata distribusi minyak goreng di masyarakat.
“Saya harap masyarakat juga bisa bijak, membeli secukupnya,” pesannya. Secara teknis, Disperindagkop dan UKM Kaltara akan meminta seluruh gerai Alfamidi bisa menambah kebutuhan penjualannya. Sehingga ketersediaan bisa senantiasa stabil.
Mengingat Alfamidi sebagai bagian Asosiasi Pengusaha Ritel Modern (Aprindo) menjadi salah satu penyaluran minyak goreng satu harga dari Pemerintah Pusat. Bahkan, pihaknya telah meminta Kemendag memastikan penyaluran minyak goreng melalui distributor ke Kaltara.
Informasi yang ia peroleh, produsen dari Wilmar dengan merek minyak goreng Fortune, Sania dan Cammila sudah melakukan pengiriman melalui distributor Bintang Niaga Mandiri pada 19 Februari. Barang tersebut dijadwalkan tiba di Bulungan pada 17-19 Maret. Totalnya ada 1.625 dus atau 19.500 liter yang akan datang di Bulungan.
Disperindagkop dan UKM Kaltara pun sudah berupaya lakukan pemantauan harga dan stok minyak goreng. Tiga kabupaten masih kesulitan untuk mendapatkan stok minyak goreng, yakni Malinau, Bulungan dan Tana Tidung. (kn-2)


