TARAKAN – Ketua DPC PKB Tarakan Ahmad Usman menanggapi, keputusan Undunsyah yang pindah haluan ke PPP. Menurutnya hal itu mutlak menjadi hak Undunsyah secara personal.
“Kami menghargai keputusan politik beliau, tentu banyak pertimbangan dan variabel yang beliau pikirkan. Sehingga mengambil keputusan itu. Hanya yang kami sayangkan, keputusan ini di penghujung jalan. Ketika kami sudah semangat untuk berjuang, sudah kami melihat peluang itu ada,” terang Ahmad, Minggu (20/8).
Kabar pindahnya Undunsyah ke PPP sempat mengejutkan Ahmad. Sebab ia bersama Undunsyah masuk dalam komposisi bakal calon Anggota DPR RI Dapil Kaltara, yang diajukan oleh PKB.
“Tentu mengagetkan kami juga, beliau itu di politik adalah senior kami. Di NU beliau orang tua kami. Apapun keputusan itu kami hargai. Tentu ada hal yang beliau lihat. Tapi kami tidak lihat peluang itu. Sekarang PKB harus mempersiapkan diri dan berjalan terus,” katanya.
Pria yang biasa disapa Ama, secara tegas mengatakan tidak ada konflik internal. Sebelum adanya keputusan Undunsyah pindah haluan ke PPP. Menurutnya komunikasi PKB dengan Undunsyah masih sangat baik.
Pengaruh elektoral terkait keputusan Undunsyah tersebut menjadi tantangan bagi PKB. Terutama dalam menjaga target perolehan suara legislatif di Tarakan. Pada Pileg 2019 lalu, PKB menjadi pemenang dan meraih unsur pimpinan di DPRD.
“Untuk perolehan suara dan target kami di PKB, baik di Provinsi maupun kabupaten kota, saya pikir teman-teman sudah punya persiapan. Dari hasil kerja kami di 2019 itu, semakin menguatkan beliau (Undunsyah) tidak ada, mungkin kami masih survive lah,” ungkapnya.
Sebagai bakal calon anggota DPR RI, Ahmad praktis mulai berhitung peluang dan strategi ulang di Pileg 2024 mendatang. Ahmad praktis akan bekerja lebih keras dalam meraup perolehan suara. Karena mengejar target akumulasi suara partai.
“Semula saya mengambil keputusan untuk maju di DPR RI karena ada beliau (Undunsyah). Saya melihat peluang, karena segmentasi saya dan pak Udunsyah itu kan berbeda. Dengan segmentasi yang berbeda ini, harapan kami akumulasi suara untuk PKB sangat memungkinkan mengunci satu kursi di DPR RI,” harapnya.
Bongkar pasang kompoisi bakal Calon Anggota DPR RI PKB di Kaltara, lanjut Ama, akan dihitung secara cermat. Sebab pemilihan di DPR RI merupakan pertarungan emosional. Sebab siapa yang paling kuat membangun emosional, maka itulah pemenangnya.
“Sekarang kami harus berpikir bagaimana menyiapkan pengganti beliau yang sekiranya bisa fight, untuk memperoleh kursi. InshaAllah masih ada waktu kurang lebih 3 mingguan, DCS ke DCT untuk mencari pengganti. DPP PKB sudah menjanjikan dan InshaAllah penggantinya juga fight nantinya,” pungkasnya. (kn-2)


