Saturday, 4 April, 2026

Warga Keluhkan Kemacetan Depan Sekolah

TARAKAN – Warga Kelurahan Kampung Empat, Tarakan Timur mengeluhkan kemacetan di depan salah satu sekolah, pada saat jam-jam tertentu. Biasanya kemacetan kendaraan terjadi pada pagi dan sore hari di Jalan Sei Sesayap.

Lurah Kampung Empat, Nani Fitriati mengatakan, kemacetan kendaraan sering terjadi pada waktu pagi, siang dan sore hari. Sehingga warga sekitar seringkali mengeluhkan adanya kemacetan tersebut.

Biasanya kemacetan terjadi akibat kendaraan penjemput atau pengantar siswa yang memarkir kendaraan di bahu jalan. Bahkan kendaraan orangtua siswa juga kerap kali didapati melakukan putar balik dipertigaan jalan. Selain menyebabkan kemacetan, juga akan berdampak pada kecelakaan lalu lintas.

“Sebenarnya sudah ada kesepakatan, pengantar atau penjemput siswa melanjutkan perjalanan melalui satu jalur saja. Jadi tak boleh putar balik dipertigaan. Kalau mau putar balik, ambil jarak jauh dari pertigaan. Jadi tidak menyebabkan kemacetan,” tuturnya, Jumat (1/9).

Ia mengakui, ruas jalan di depan sekolah tidak terlalu lebar. Sehingga pihaknya sudah membahas kemacetan bersama pihak sekolah dan Forum Lalu Lintas Kota Tarakan. “Sempat juga dilakukan pembongkaran salah satu konter pulsa. Karena mengganggu jalannya kendaraan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihak sekolah akan menyiapkan anggaran untuk jalan atau akses masuk ke sekolah. Sehingga penanganan pelebaran jalan masuk sekolah masih menunggu anggaran.

Tak hanya di Jalan Sei Sesayap, kemacetan juga terjadi di Jalan Sei Mahakam. Kemacetan diakibatkan adanya kendaraan besar yang melakukan bongkar muat barang milik salah satu toko sembako.

“Kami sudah persuasif sama mini market. Kami menyarankan harus punya lahan parkir. Pada saat melakukan bongkar barang, jangan sampai dua sampai tiga mobil. Jadi mereka harus mengatur, sekiranya tidak mengganggu pengguna jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar mengatakan, nantinya akan membahas kemacetan di depan sekolah dan mini market bersama Forum Lalu Lintas Kota Tarakan.

Selanjutnya pihaknya akan mengatur kendaraan, agar tidak mengganggu kendaraan di jam-jam sibuk. “Solusi satu-satunya rekayasa lalu lintas dan pembaruan. Tapi ini harus dikaji dulu. Karena berbagai permasalahan di Kota Tarakan terbatas space jalannya. Jadi merekayasa lalu lintas, harus bersama,” ungkapnya.

Secara umum, pihaknya sudah melakukan pengaturan di beberapa ruas jalan saat jam sibuk. Biasanya kendala kemacetan sering berpindah ke titik lain. “Ada atau tidak adanya petugas, kalau masyarakat sudah tertib berkendara, engga signifikan penempatan petugas. Yang penting masyarakat tertib berkendara,” pintanya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru