TARAKAN – Teror dugaan sengaja lakukan pembakaran, kini meresahkan warga Tarakan. Seperti yang dialami warga Beringin I Jalan Yos Sudarso, RT 08, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah, adanya teror dugaan pembakaran di sekitar pemukiman padat penduduk sekita pukul 21.30 Wita, Rabu (6/9).
Terduga pelaku pembakaran hingga kini belum diamankan. Meski warga sekitar sudah mengejar terduga pelaku tersebut. Salah seorang saksi mata, Indra mengaku, mendengar ada teriakan warga yang menyebut ada kobaran api di samping gudang milik orangtuanya.
Saat dilihat, api sudah membesar disela-sela pintu jualan tetangganya. “Api lumayan besar sudah, ada sepinggang. Saya lihat api itu dari tumpukan triplek sama kantong plastik. Itu triplek sudah dipatah kecil-kecil, baru disusun kaya api unggun. Habis itu ditumpuk sama kotak kayu yang berongga, tapi kotak itu belum terbakar. Habis itu aku angkat kotak kayu,” ucapnya, Kamis (7/9).
Setelah itu, ia sendiri mulai memadamkan api menggunakan air di rumahnya sebanyak 5 ember. Akhirnya api bisa dipadamkan tanpa bantuan orang lain. Dengan menggunakan tangannya, ia kembali mengecek bahan-bahan apa saja yang terbakar di salah satu kios milik Sahida.
Selanjutnya ia sudah melihat banyak warga yang berkumpul di TKP. Tak berselang lama, kata Indra, pihak kepolisian juga mendatangi TKP.
“Banyak sudah orang tadi malam mas. Ada juga gerobak terbakar infonya. Banyak juga sudah warga sini yang kejar-kejar pelaku. Dari Kampung Pukat sampai belakang BRI. Kayaknya engga didapat juga pelakunya,” ungkapnya.
Menurutnya, tidak melihat orang yang sedang nongkrong di dekat kios Sahida saat melintas sekitar pukul 20.30 Wita. Bahkan seperti hari sebelumnya, tidak pernah ada yang didekat gudangnya. “Biasanya kalau malam itu sepi betul sudah. Engga ada kulihat orang di situ,” imbuhnya.
Pemilik kios, Sahida mengaku kaget saat dikabarkan tetangganya ada kebakaran di kiosnya. Sebab saat itu, ia berada di rumahnya di Belakang BRI, Kelurahan Selumit Pantai sekitar pukul 21.30 Wita. Akhirnya ia langsung pergi ke kios miliknya dan mendapati api sudah padam.
“Saya sampai, bekas api itu di samping kios saya. Itu ada pintu juga, habis itu saya ganjal pakai kotak kayu di depannya. Tapi saya sampai, kota kayu sudah tergeser. Orang-orang itu sudah ramai di sini,” singkatnya.
Sementara itu, warga RT 08 Kelurahan Selumit Pantai, Nasruddin mengaku, tidak mau langsung menuduh dugaan kesengajaan pembakaran. Sebab ia dan warga sekitar tidak mendapat bukti kesengajaan dibakar. Bahkan tidak ada penyiraman berupa minyak tanah di TKP.
“Saya curiganya malah ada yang buang puntung rokok, habis itu merembet ke kayu. Karena kalau sengaja dibakar, untuk apa. Ini kan kios-kios orang berjualan. Kenapa engga rumah-rumah kosong di sana,” ucapnya.
Setelah kejadian tersebut, ia bersama warga memasangi lampu di lorong-lorong kios. Sebab sebelumnya di lorong kios tidak ada penerangan. Tujuan lain untuk memudahkan pandangan warga yang melintas di sekitar pasar Beringin. “Kami juga rencana mau patungan untuk pasang CCTV,” tegasnya.
Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Randhya Sakthika Putra mengatakan, usai tim Inafis melakukan olah TKP, tidak menemukan adanya minyak tanah. Namun pihaknya menganalisa, dugaan bahan bakar lain dari inisiden kesengajaan dibakar. Barang bukti yang diamankan yakni, kantong plastik warna hitam dan kayu yang sudah terbakar.
“Kalau minyak tanah bukan. Kalau bensin kan habis dibakar, baunya hilang. Itu kami masih selidiki sama tim Inafis. Untuk saksi sudah kami periksa dua orang,” tuturnya.
Dari keterangan saksi rata-rata menyebut, sudah banyak orang yang mendatangi TKP sekitar pukul 22.00 Wita. Api di TKP tidak terlalu membesar. (kn-2)


