Saturday, 20 June, 2026

DLH Bulungan Apresiasi Kampanye Pelestarian Lingkungan di Musik Alam Fest 2K23

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan Ismail menyatakan, siap mendukung dan berkolaborasi dalam mensukseskan perhelatan Musik Alam Fest 2k23, pada September ini.

Menurut Ismail, Musik Alam Fest 2k23 merupakan festival musik yang turut mendukung kampanye dan upaya pelestarian lingkungan. Sehingga DLH sebagai stakeholder terkait di pemerintahan akan turut serta.

“Pelestarian lingkungan ini kolaboratif, semua stakeholder bisa masuk. Termasuk Musik Alam Fest 2k23. Tentu DLH tak mau ketinggalan gaungnya,” kata Ismail.

Ismail mempersilakan panitia memadukan konsep acara dengan pelestarian lingkungan. Terutama soal pengelolaan sampah melalui berbagai skema.

“Menarik sekali adanya kuota tukar sampah dengan tiket yang dilakukan. Selain perubahan iklim dan keanekaragaman hayati, penanganan sampah, khususnya sampah plastik, memang menjadi isu global dunia,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Musik Alam Fest 2k23 yang masuk dalam kalender event nasional yang keberadaannya diakui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Guna mengurangi pencemaran lingkungan dan memberikan edukasi, terkait daur ulang sampah menjadi barang kerajinan yang bermanfaat. Panitia yang tergabung dari Aliansi Komunitas Kaltara menyediakan slot terbatas, dengan menukarkan sampah dengan tiket. Hal tersebut senada dengan tema yang digaungkan yaitu Kolaborasi.

Berdasarkan data dari Asosiasi Industru Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, Indonesia menghasilkan sampah 64 persen juta ton sampah plastik pertahun. Dari 64 juta ton sampah plastik tersebut terdapat 15-39 persen juta ton sampah plastik dibuang ke laut, danau dan sungai. Untuk 10-15 persen juta ton di daur ulang dan 60-70 persennya dibuang ke Tempat Pembuangan akhir Sampah (TPS).

Indonesia mendapatkan peringkat kedua penghasil sampah plastik yang dibuang ke laut terbanyak di dunia pada tahun 2017 lalu. Leader of Event Musik Alam Fest 2k23, Irawati Tahir melalui Asrul Salam menyebutkan, gelaran itu diselenggarakan 29-30 September mendatang. Panitia akan menyediakan celah kepada pengunjung, dengan menukar sampah dengan tiket, tetap pada syarat yang berlaku.

Adapun persyaratanya seperti bungkus kopi sebanyak 10 buah, botol air mineral ukuran besar 10 buah, bekas air mineral 20 buah beserta penutup. Tidak hanya pergelaran musik dan seni. Musik Alam Fest 2k23 nantinya akan diisi dengan live ekobrick di lokasi acara. Nantinya akan dilaksanakan diskusi lingkungan dengan beberapa narasumber.

“Sampah itu akan dikerjakan dan diolah hingga menjadi tas, tempat tisu dan sejumlah kerajinan lainnya. Hal itu menjadi konsen kita pada Music Alam tahun ini,” tuturnya.

Hal tersebut sejalan dengan teman Musik Alam Fest 2k23 yaitu Kolaborasi dan Aksi. Dengan melibatkan masyarakat yang fokus terhadap pengolahan sampah. Pihaknya dapat memberikan edukasi kepada masyarakat. Sampah yang berada di lingkungan masyarakat dapat menjadi nilai ekonomi yang menarik.

“Masyarakat enggan menggunakan produk dari ekobrick lantaran sudah bergantung dengan barang-barang yang bermerk,” ungkapnya.

Ira mengungkapkan, isu lingkungan bukan hanya pembahasan dalam skala nasional melainkan juga internasional. Hal tersebut kini menjadi persoalaan di berbagai belahan dunia. Setelah dikerucutkan, panitia sepakat mengangkat isu sampah dan menjadi tema dalam rangkaian kegiatan tersebut.

“Kita menemukan Agus Triyani seorang yang mendaur ulang sampah rumah tangga. Sehingga dapat menghasilkan nilai ekonomi,” ujarnya.

Ecobrick merupakan aktivitas meminimalisir sampah dengan mengolah plastik maupun botol hingga menjadi sebuah produk. Usai melakukan diskusi dengan panitia Musik Alam Fest 2k23. Penggiat ecobrick akan mengisi dalam rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan di Hutan Kota Bunda Hayati Tanjung Selor.

“Sebelum mengkampayekan hal tersebut, tentu harus dimulai dari diri sendiri,” pesannya.

Kini panitia Musik Alam Fest 2k23 mengkampanyekan persoalan sampah dengan melibatkan pelajar, yang tergabung dalam sukarelawan dalam acara tersebut. “Nantinya kami akan mengkampanyekan hal itu, baik di lingkungan sekolah, tempat kerja mapun tempat tinggal,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru