Thursday, 7 May, 2026

Cegah Penyelundupan Barang Ilegal

TARAKAN – Bea Cukai Tarakan menggelar operasi patroli laut dengan sandi Operasi Patroli Laut Terpadu Bea Cukai Jaring Wallacea (JW). Operasi dilakukan untuk menjaga perairan yang menjadi wilayah kerja Bea Cukai Tarakan, dari penyelundupan barang ilegal.

Kepala Bea Cukai Tarakan Johan Pandores menjelaskan, operasi sudah berjalan sejak pertengahan September hingga akhir Oktober ini. “Itu mengerahkan seluruh armada Bea Cukai yang ada di wilayah masing-masing,” jelasnya, Rabu (4/10).

Dijelaskan Johan, Operasi Jaring Wallacea merupakan operasi terpusat yang dilaksanakan oleh seluruh Satker Bea Cukai yang ada di Indonesia. Khusus Bea Cukai yang ada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, akan mengerahkan seluruh kapal patroli dari seluruh Satker Bea Cukai.

Bahkan akan kapal patroli besar yang ada di Pangkalan Sarana Operasi Pantoloan, dikerahkan dalam melaksanakan operasi. “Kalau operasi Jaring Wallacea ini meliputi dari Kalimantan ke wilayah timur. Jadi Alki kedua,” ungkapnya.

Pada Operasi Jaring Wallacea, pihaknya menargetkan bisa mengungkapkan penyelundupan narkotika. Namun, pihaknya juga menargetkan pelanggaran lain. Seperti pelanggaran kepabaenan dan kegiatan ekspor impor secara ilegal. Bea Cukai Tarakan pun sudah berhasil mengungkap perkara narkotika jenis sabu sebanyak 15,3 kg, pada saat Operasi Jaring Wallacea berlangsung.

Saat itu, pihaknya bersama Lantamal XIII Tarakan dan BNNP Kaltara melakukan pengungkapan. Dalam mendukung Operasi Jaring Wallacea yang akan dilaksanakan Bea Cukai Tarakan, akan didukung armada Kapal BC 15024.

“Personel tergantung kebutuhan dan operasinya. Namun di kapal besar itu 15 personel. Personel yang standby ada 5 orang. Ketika ada target, sesuai dengan kebutuhan dan keperluan operasi di lapangan,” ungkapnya.

Sebenarnya, patroli di laut tidak hanya dilakukan pihaknya pada saat ada operasi yang berlangsung. Namun di tahun ini dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai menargetkan kepada Bea Cukai Tarakan sebanyak 10 kali pengungkapan. Meski demikian, Johan memastikan pengawasan akan tetap dilakukan.

“Ada informasi intelijen di laut kamikita, gerakkan di laut. Meski di target dari pusat 10 kali namun kita lakukan setiap saat,” imbuhnya.

Dalam mengantisipasi penyelundupan barang ilegal melalui perairan Kaltara yang cukup luas. Pihaknya kerap kali melakukan operasi gabungan juga dengan instansi terkait.

“Penyeludupan ini terus berkembang dan pola yang kami lakukan dimonitor. Maka kami dituntut agar dinamika strategi operasi harus berkembang. Salah satunya dengan sinergi dengan TNI/Polri,” tuntasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru