Monday, 11 May, 2026

Kalahkan 140 Negara, Indonesia Peringkat Pertama Wisata Halal Terbaik Dunia

Indonesia menjadi negara wisata halal terbaik dunia. Indonesia mengalahkan 140 negara lain. Wisata halal jagoan Indonesia di antaranya dari Sumbar, Jabar, NTB, Aceh, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

KABAR baik itu disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno di sela menghadiri Top Halal Award 2023 yang diselenggarakan Ihatec Marketing Research di Jakarta pada Rabu (18/10). Predikat sebagai negara wisata halal terbaik dunia itu, merupakan hasil penilaian dari The Global Muslim Travel Index 2023.

Sandiaga mengatakan, potensi wisata halal di Indonesia sangat besar. Dia berharap wisata halal INdonesia bisa menggerakkan 1,2 miliar wisata lokal dan naik jadi 1,4 miliar wisata lokal.

Meskipun begitu keindahan wisata halal Indonesia juga mampu menyedot wisatawan mancanegara. Di antaranya dari Malaysia, Singapura, dan sejumlah negara Timur Tengah. “Harus bisa kapitalisasi dan jadi pembawa berkah,” kata Sandi.

Sandiaga mengatakan, di kalangan masyarakat, masih ada kesalahan pandangan soal wisata halal. Dia menegaskan bahwa wisata halal itu bukan islamisasi destinasi wisata. Sandiaga mengatakan wisata halal  adalah memberikan layanan tambahan yang ramah terhadap wisatawan beragama Islam.

“Misalnya mudah akses makanan halal,” jelas Sandi.

“Kemudian informasi arah kiblat di dalam hotel. Lalu tersedia mushaf Alquran di kamar hotel. Dengan adanya fasilitas tambahan itu, wisatawan Islam bisa menjadi lebih betah,” tambah dia.

Sandiaga mengatakan negara-negara lain tidak mau ketinggalan dari Indonesia. “Banyak yang sekarang berbenah. Seperti di Korea Selatan dan Thailand,” jelas Sandi.

Mereka berupaya menaikkan pamor wisata halal di negara masing-masing. Menurut Sandi jika terlena, posisi Indonesia sebagai negara wisata halal  terbaik dunia bisa kembali tergeser.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, pemerintah akan terus mengawal pembangunan wisata halal. Di antaranya melalui skema pembiayaan dan pendampingan. Kemudian juga lewat penerbitan peraturan daerah yang mendukung wisata halal di Tanah Air.

Dia lantas menyebutkan, wisata halal di Indonesia ragamnya terus berkembang. Saat ini yang sedang jadi tren adalah Islamic Experince.

“Istri saya lagi getol ziarah makam,” jelas Sandi.

Keberadaan buku-buku seperti novel keislaman karya penulis Indonesia juga semakin banyak. “Inilah tren ekonomi halal Indonesia,” imbuh Sandi.

Khusus untuk halal food, nilainya terbesar di dunia yaitu USD 150 miliar. Dia mengatakan Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia, menjadi pasar ekonomi halal terbesar. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Tetapi harus jadi pemain dalam ekonomi Islam.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Ihatec Marketing Research Evrin Lutfika mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan potensi pasar halal yang besar. Hal itu menjadi peluang yang sangat baik dalam pengembangan industri berbasis halal.

“Oleh karena itu, halal bisa dijadikan sebagai penguat brand untuk meningkatkan daya saing,” papar Evrin Lutfika. (jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru