Monday, 20 April, 2026

Bupati Komitmen Sediakan Banyak RTH dan Ruang Publik di Kebun Raya Bundayati

TANJUNG SELOR – Dalam beberapa tahun masa kepemimpinan Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd,.M,Si dan Ingkong Ala, S.E,.M.Si, banyak capaian pembangunan ruang publik yang dapat dirasakan langsung dampakya oleh masyarakat.

Selain Tempat Berkumpul, Kabupaten Layak Anak (TEBU KAYAN), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan tengah gencar melakukan revitalisasi besar-besaran kawasan Kebun Raya Bundayati.

Dalam kegiatan dialog khusus di kawasan Kebun Raya Bundayati pada Kamis (2/11) Bupati memaparkan, bagaimana arah pembangunan kawasan kebun raya tersebut.

“Kebun raya akan menjadi apa ke depan, tentu menjadi komitmen pemda sejak beberapa tahun terakhir,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, berangkat dari komitmen untuk banyak menyediakan ruang publik dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi masyarakat Bulungan. Kebun raya ini nantinya selain menjadi tempat rekreasi masyarakat. Juga menjadi tempat edukasi, termasuk pelestarian berbagai jenis hortikultura endemik Bulungan. Termasuk ruang bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Dalam masterplanya Pemkab Bulungan dibantu oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sehingga pada 12 Oktober lalu dilakukan lounching logo Kebun Raya. Pembuatan logo sendiri dilakukan dengan cara sayembara secara online yang diikuti peserta seluruh Indonesia, sehingga banyak inspirasi.

Dari hasil sayembara dipilihlah logo yang merepresentasikan Bulungan dengan hortikulturanya. Logo yang dibuat peserta dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Secara garis besar, filosofi logo Kebun Raya, yang pertama buah lapiu yang merupakan buah endemik yang juga ada di Bulungan.

Buah yang berbentuk hati, kata Bupati, membangun dengan setulus hati mempersembahkan bagi kepentingan seluruh masyarakat. Logo yang terdapat kepala burung enggang merupakan ciri khas Kalimantan secara umum termasuk Kabupaten Bulungan. Tiga pucuk daun di atasnya merepresentasikan Sungai Kayan, dan pucuk juga melambangkan ingin tumbuh dan besar serta melambangkan proses regenerasi.

Menurutnya, saat ini masih berjalan proses pembangunan bronjong untuk pembangunan dua embung dalam kawasan Kebun Raya yang memiliki luas antara 1,2-1,3 hektare masing-masing embungnya.

“Harapanya kawasanya ini dapat kita integrasikan bukan hanya untuk berbagai tanaman endemik dan buah. Tapi juga edukasi sektor perikanan budidaya,” terangnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru