TANJUNG SELOR – Pengerjaan infrastruktur menjadi salah satu fokus pembangunan di Kalimantan Utara (Kaltara) dan masuk skala prioritas tahun depan.
Pembangunan infrastruktur yang dimaksud di bidang kesehatan, pendidikan maupun perbaikan jalan yang ada di Malinau menuju Krayan, Kabupaten Nunukan. “Prioritas kita tidak lepas dari RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) periode 2021-2026,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kalimantan Utara (Kaltara) Bertius, Minggu (10/12) lalu.
Untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), Pemerintah Pusat mengakomodir 22 usulan kegiatan prioritas. Sebagai upaya untuk direalisasikan di tahun 2024 mendatang. Di samping skenario-skenario lain yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat.
Misalkan untuk jalan ada skenario Inpres jalan dan sekarang sudah direalisasikan di tahun ini. “Kita berharap akan berlanjut sampai 2024. Seperti saat ini jalan Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, sebagian menggunakan DAK (Dana Alokasi Khusus) dan APBD provinsi,” jelasnya.
Beberapa waktu lalu, ia juga sempat berdiskusi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada direktorat transportasi. Dengan harapan tahun 2024-2025 mendapat alokasi baru melalui DAK. Karena DAK lebih banyak di lokasi prioritas untuk daerah perbatasan.
Sebelumnya, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Provinsi (Setprov) Datu Iqro Ramadhan menegaskan, kepada seluruh perangkat daerah agar menyusun Rencana Strategis, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah secara teliti. Sebab arah pembangunan Kaltara haruslah jelas. Jika tidak, maka Kaltara akan tertinggal dengan daerah lain. Terlebih lagi umur Kaltara yang masih menginjak 11 tahun.
“Infrastruktur menjadi penting dan harus prioritas. Sebab untuk membuka keterisolasian serta perekonomian di Kaltara,” singkatnya. (kn-2)


