Thursday, 2 April, 2026

Antisipasi Gangguan Pemutus Kabel Listrik

TARAKAN – Perusahaan Listrik Negara Nusantara Power Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (PLN NP UPDK) Tarakan intens mengawasi gangguan alam yang menjadi penyebab matinya energi listrik.

Salah satunya memotong pohon yang memutus kabel listrik ke pelanggan. “Biasanya pohon-pohon itu menjadi sarang hewan. Apalagi kalau hewan loncat ke kabel. Bisa berbahaya,” ujar Manajer PLN NP UPDK Tarakan Marihot Oktavianus Hutapea, belum lama ini.

Tak hanya itu, pihaknya merencanakan pemasangan hewan mainan di tiang-tiang listrik. Dengan tujuan mencegah hewan melintas di kabel maupun tiang listrik. Hal tersebut sudah diterapkan PLN Nunukan dan dianggap sebagai upaya inovatif.

“Hewan mainan itu seperti ular mainan yang terbuat dari ban. Dari rekaman, hewan-hewan tidak berani naik ke tiang listrik. Kebanyakan memang kera dan kalong,” jelasnya.

Ia mengakui, kabel listrik yang dipasang agak rendah merupakan daya tegangan rendah. Sementara yang menjadi antisipasi yakni tiang listrik yang bermuatan listrik hingga kilo volt (KV).

“Biasanya kabel tegangan rendah kalau ditarik, agak kendor. Disitu masyarakat bisa langsung menginfokan ke kami,” tuturnya.

Diketahui, saat ini ketersediaan energi listrik di Tarakan mencapai 59 mega watt (ME) dan beban puncak pemakaian listrik mencapai 54 MW. Dengan kondisi nantinya pasokan listrik sebanyak 60 MW, melihat pertumbuhan di Tarakan, listrik di Tarakan masih tercukupi hingga tahun 2028.

“Jika tak ada pertambahan. Apalagi kita akan join di sistem Kalimantan. Disitu sudah 190 KV. Secara kecukupan lima tahun ke depan ada, backup-nya juga ada. Kita doakan Tarakan selalu maju terus. Kami tak menyangka, tahun 2023 masih 44 MW,” tuntasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru