Friday, 3 April, 2026

Hujan Deras Melanda Tarakan, Bocah 5 Tahun Terseret Arus

TARAKAN – Seorang anak berinisial AI diduga terbawa arus air di salah satu parit yang ada di Gang Bhakti RT 8, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat, sekitar pukul 12.00 Wita, kemarin (11/12).

Di waktu tersebut, Kota Tarakan sedang diguyur hujan deras. Hingga saat ini, tim search and rescue (SAR) gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap bocah berusia 5 tahun tersebut untuk memastikan kondisi korban. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Syahril mengatakan, informasi terkait kejadian tersebut diterima pihaknya sekitar pukul 12.55 Wita. Usai menerima laporan, ia langsung menerjunkan personel dari Basarnas Tarakan, guna melakukan pencarian.

“Dalam melakukan pencarian, tim juga didukung oleh potensi tim yang ada di lapangan,” ungkapnya.

Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian sudah melakukan penyisiran hingga ke muara sungai di depan Bandara Internasional Juwata Tarakan. Pihaknya belum memastikan berapa jarak lokasi kejadian dengan muara sungai depan bandara. Sebab dari awal proses pencarian hanya di sekitar lokasi kejadian.

“Tetapi karena kami melihat wilayah kejadian sudah tidak ada. Makanya kami memperluas wilayah pencarian,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian berawal saat hujan deras dan diduga korban bermain dekat parit. Namun pihaknya belum bisa memastikan, korban terpeleset di parit tersebut. Ia memastikan, debit air di parit tersebut cukup banyak dan disertai arus air yang deras saat hujan melanda Kota Tarakan.

“Dari kami ada menerjunkan 7 personel. Saat personel tiba di lokasi, arusnya sudah cukup tenang namun debit air masih banyak,” tegasnya.

Tim SAR yang melakukan pencarian secara perlahan melakukan penyisiran di parit tersebut, hingga ke muara sungai depan bandara dengan berjalan kaki. Selama melakukan pencarian, tim SAR menemukan kendala. Salah satunya terkait parit di tempat korban terjatuh, ternyata memiliki beberapa cabang aliran air.

“Kendalanya kami tidak tahu dia larinya kemana, karena banyak cabang. Memang dekat situ belum banyak cabang, tapi kalau sudah di kali besar. Itu sudah banyak cabang. Air juga masih keruh saat dilakukan pencarian,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru