Sepekan setelah operasi lutut, Khalisa Azilia Rahma langsung berlatih untuk tampil di Livoli 2023 yang berlangsung sepekan kemudian. Tiga kali operasi cedera kelingking juga membuat kapten Petrokimia Gresik itu sempat ragu apa bisa bermain lagi atau tidak.
RIZKA PERDANA PUTRA, Kota Kediri
KALAU Khalisa Azilia Rahma terlihat begitu emosional setelah Petrokimia Gresik menjuarai Livoli Divisi Utama 2023, wajar. Bukan hanya karena itu gelar pertama klub yang dibelanya sejak 2013 itu, tapi juga karena untuk sampai ke titik itu begitu ”berdarah-darah” perjuangannya.
“Alhamdulillah banget, apalagi juara terakhir 2005, dan masuk final terakhir 2013, waktu aku masih baru masuk Petro,” tutur setter yang baru saja lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Surabaya tersebut.
Berdarah-darah itu bahkan ada juga yang mengandung makna sebenarnya. Saat dia harus tersungkur di set kedua final four Proliga 2022 setelah mengeblok smes Amalia Fajrina.
Darah ternyata mengucur dari kelingking kanan kapten Petrokimia tersebut. Khalisa, yang saat itu baru merayakan ulang tahun ke-23 per 1 Maret, pun harus menjalani operasi dan terpaksa absen di sisa laga Proliga 2022. Palu godam menghantam pemain asal Balikpapan, Kalimantan Timur, itu lebih keras saat operasi pertamanya gagal.
“Pen yang terpasang keluar terdapat nanah dan infeksi,” tutur Khalisa ketika ditemui Jawa Pos setelah final Livoli Divisi Utama 2023 di GOR Jayabaya, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Minggu (10/12) pekan lalu.
Situasi itu membuat Khalisa trauma. Dia khawatir operasi kedua akan bermuara sama. Ternyata setelah operasi pertama pada Maret, dia masih harus menjalani operasi dua kali lagi pada April dan Mei.
Kegalauannya kian terasa tiap kali harus melihat rekan-rekannya dari pinggir lapangan. “Down banget, lihat teman-teman bisa passing. Sedangkan saya harus pakai gips dan nggak tahu bakal balik lagi atau nggak,” tuturnya.
Petrokimia akhirnya harus puas menjadi runner-up Proliga 2022. Sedangkan Khalisa kembali menjalani operasi lanjutan pada April dan Mei. Di masa pemulihan itu masalah lain muncul. Cedera lutut yang sebenarnya lebih dulu dia rasakan juga tidak kunjung sembuh. Sebelumnya, menjelang Proliga 2022, setter setinggi 182 cm itu bahkan sempat mendapat suntikan steroid untuk menghilangkan rasa sakit di kedua lututnya.
“Setelah operasi kelingking, (cedera lutut, Red) tidak ada perubahan, naik turun tangga masih sakit,” kata Khalisa.
Ketika akhirnya cedera patah jari kelingkingnya mulai pulih, Khalisa memberanikan diri tampil di Piala Kapolri 2023 pada Agustus. Itulah turnamen pertama yang dia ikuti setelah absen 15 bulan.
Tapi, lagi-lagi rasa sakit di lututnya tak kunjung hilang. Karena itu, Khalisa mulai berkonsultasi ke dokter. Hasilnya, dia disarankan menjalani prosedur bedah artroskopi.
“Jadi masukin kamera ke lutut, biar lebih jelas daripada hasil MRI (magnetic resonance imaging),” beber Khalisa. “Setelah artroskopi ternyata meniskus ada yang robek, tapi tidak separah hasil MRI,” imbuhnya.
Lalu, lewat artroskopi itu pula Khalisa mengetahui ada cairan di lututnya, bergesekan dengan tulang rawan dan menyebabkan rasa sakit. “Cairan itu dibersihkan, lumayan banyak,” kata Khalisa. “Tapi lutut nggak diapa-apain, karena pemulihan akan lebih panjang,” tuturnya.
Setelah operasi, Khalisa harus menunggu sayatan di lutut mengering. Seminggu berselang, dia sudah berlatih untuk turun di Livoli Divisi Utama 2023 sepekan berikutnya.
Praktis, selama Livoli Divisi Utama 2023, Khalisa sebenarnya masih merasakan nyeri di lutut. Sementara, jari kelingkingnya sudah mulai membaik meski dia harus menjalani operasi lepas pen Desember ini.
“Pasti mengganggu ya, karena mobilitas tinggi untuk pergerakan lutut, tapi ya mau gimana lagi,” tutur Khalisa.
Pelatih Petrokimia Gresik Pedro Lilipaly takjub akan perjuangan Khalisa. “Anak ini kuat, beneran, kalau orang cengeng atau manja pasti nggak mau (bertanding, Red). Daya juangnya istimewa,” puji Pedro.
Pedro pun menilai, jika tidak cedera, Khalisa adalah setter terbaik Indonesia saat ini. Potensi Khalisa bahkan bisa menyamai Megawati Hangestri, pemain berposisi opposite hitter yang musim ini tampil di Liga Korea Selatan.
“Dia dengan kaki sakit ngejar jatuh bangun bola, luar biasa. Kalau posisi normal, nggak cedera, dia bisa mengikuti Mega,” lanjutnya.
Khalisa belum mau mengungkapkan apa rencana selanjutnya. Apakah masih bermain musim depan atau tidak. “Yang jelas mau fokus pulihkan cedera dulu,” tuturnya. (*/c17/ttg/jpg)


