Wednesday, 24 June, 2026

Di Masjid Athena, Yunani, wartawan Jawa Pos M.HILMI SETIAWAN yang mengikuti rombongan Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyaksikan bagaimana tempat ibadah itu menjadi titik pemersatu umat Islam dari berbagai negara. Kegiatan lain yang akan diadakan di sana, di antaranya, menikahkan pasangan.

DARI luar pagar, tidak ada yang menyangka ada masjid di dalamnya. Jangan membayangkan ada kubah atau toa.

Setelah gerbang setinggi hampir 2 meter itu dibuka, baru tampaklah sebuah masjid. Itu pun terbantu karena ada tulisan yang terpampang di bagian muka.

Total luas bangunan di Athena, Yunani, itu sekitar 1.000 meter persegi. Bagian ruang utama masjid mampu menampung sekitar 370 jemaah. Tepat pukul 12.12 waktu setempat, azan Duhur berkumandang. Memecah kesunyian salah satu sudut area industri di wilayah Votanikos, pinggiran Athena.

Beberapa jemaah, termasuk pengurus masjid, langsung mengambil air wudu. Sebagian lagi menunggu kedatangan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Pada hari itu (24/11), Jawa Pos berkesempatan mengikuti ibadah salat Jumat berjemaah di sana. Bergabung dengan rombongan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta delegasi lainnya.

Saat itu yang bertindak sebagai khatib salat Jumat adalah Muhammad Zaky. Dia warga Yunani berdarah Maroko. Mimbar khotbah berada di samping lokasi imam. Tempatnya sedikit naik sehingga bisa terlihat seluruh jemaah yang hadir.

Jemaah yang saat itu mengikuti salat Jumat tidak banyak. Hanya ada tiga saf. Sekitar 100 orang. Termasuk personel Paspampres yang selalu melekat dengan Ma’ruf Amin.

Ada beberapa pesan yang disampaikan Muhammad Zaky dalam khotbahnya. Di antaranya soal kesetaraan manusia. Kemudian, sama seperti khotbah di tanah air, Zaky juga menyampaikan seruan kepada umat Islam untuk terus meningkatkan kadar iman dan takwa. Seluruh rangkaian ibadah salat Jumat itu berlangsung sekitar satu jam.

Selepas salat Jumat, rombongan disambut santapan ringan. Berupa kue kering dan teh manis. “Kalau di Indonesia, ini namanya Jumat berkah. Biasanya nasi kotak kalau di Indonesia,” kata salah seorang petugas dari KBRI Athena yang ikut dalam rombongan.

Informasi lebih detail soal Masjid Athena itu disampaikan Soni Martilova. Dia warga negara Indonesia yang tinggal di Yunani sejak Februari 2023. Menurut Soni, pemerintah Yunani sengaja memilih wilayah pinggiran itu untuk membangun masjid resmi pemerintah.

“Karena kalau di tengah kota, sudah tidak ada lagi area seluas ini,” katanya.

Pria yang pernah bekerja di stasiun TV swasta nasional itu mengatakan, total area Masjid Athena sekitar 20 hektare. Lebih luas dibandingkan kompleks Masjid Al Akbar Surabaya yang sekitar 11 hektare.

Di dalam kompleks Masjid Athena itu juga dilengkapi pelataran yang menghampar luas. Kemudian juga ada taman disertai playground untuk area bermain anak-anak.

Soni menuturkan, karena belum lama diresmikan, kegiatan di Masjid Athena sampai saat ini baru sebatas salat. Baik salat lima waktu, salat Jumat, maupun salat Idul Fitri atau Idul Adha.

Sama seperti di Indonesia, suasana masjid paling ramai saat Idul Fitri dan Idul Adha. Dia mengatakan, saat salat Idul Fitri atau Idul Adha, area dalam masjid penuh jemaah.

Bahkan, saking banyaknya jemaah, kegiatan salat Idul Adha dan Idul Fitri dibuat dalam beberapa gelombang atau sif. “Pernah sampai enam sif,” katanya.

Sebab, saat itu yang datang tidak hanya umat Islam di wilayah Kota Athena. Tetapi juga dari kota-kota tetangganya. Mereka ingin merayakan salat di hari raya sekaligus bersilaturahmi dengan sesama umat Islam di sana.

Ketika hari besar itu, suasana sangat ramai. Anak-anak selepas salat bermain di taman atau playground. Soni menjelaskan, rencananya dibuka kegiatan keagamaan lain di sana. Misalnya, pendidikan baca dan tulis Alquran di kompleks masjid. Selain itu, Masjid Athena akan melayani pasangan yang menikah di sana.

“Respons masyarakat di sini senang sekali akhirnya masjid ini bisa beroperasi,” tuturnya.

Sebab, kehadiran masjid itu sekaligus menjadi penanda bentuk pengakuan dari pemerintah setempat terhadap umat Islam di sana. Serta bisa menjadi tempat untuk menyatukan umat Islam dari berbagai etnis di sana.

Sebelum ada Masjid Athena itu, umat Islam di sana melaksanakan ibadah di komunitas masing-masing. Misalnya, komunitas umat Islam dari keturunan Maroko memiliki tempat ibadah sendiri. Begitu pun umat Islam dari keturunan Libya dan lainnya.

Seusai salat Jumat, Wakil Presiden Ma’ruf Amin didampingi President Board of Mosque Costas Pitadakis dan pengurus lainnya bersyukur bisa salat Jumat di Masjid Athena. Dia merasa nyaman bisa ikut melaksanakan ibadah bersama komunitas muslim di berbagai negara. Saat itu memang ada komunitas muslim dari Bangladesh, Iran, dan sejumlah negara lain.

“Ini menunjukkan adanya toleransi di sini,” katanya merujuk ke Yunani yang mayoritas penduduknya memeluk Kristen Ortodoks.

Ma’ruf lantas menyinggung pertemuannya dengan Uskup Agung Athena dan Seluruh Yunani Ieronymos II sehari sebelumnya. Ma’ruf memuji terus tumbuh berkembangnya penghormatan antar pemeluk agama.

Bahkan ada kampus yang membuka jurusan Islamic studies (studi Islam). “Soal tidak ada kubah atau menara, tidak masalah,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan soal desain Masjid Athena.

Masjid Athena diresmikan pada 3 November 2020. Tepat ketika dunia sedang diguncang pandemi Covid-19. Proses pendirian masjid itu penuh dengan dinamika.

Sampai membutuhkan waktu sekitar 14 tahun. Ide pembangunan masjid tersebut dimulai pada 1979. Namun, karena pembahasan dengan Gereja Ortodoks Yunani, izin pembangunan Masjid Athena baru keluar pada 2006.

Dengan anggaran sekitar Rp 14 miliar, proses pembangunan masjid ini sempat mangkrak selama belasan tahun. Di antaranya karena ada protes dari kelompok sayap kanan di sana.

Tapi, masalah itu akhirnya bisa diatasi. “Soal bentuk bangunan, tentu bergantung kondisi masing-masing wilayah. Yang terpenting masjidnya makmur,” kata Ma’ruf. (*/c19/ttg/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru