TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kaltara menggelar pasar murah sekaligus memperkenalkan mobil inflasi, di Lapangan Agathis Tanjung Selor, Selasa (6/2).
Masyarakat pun antusias dengan adanya pasar murah tersebut. Bahkan, ada yang rela menunggu sejak pagi hari. Seperti yang diungkapkan salah seorang warga, Sofi. Dia mengaku, sejak pagi hari mengantre malah tidak mendapat kupon yang dikabarkan cukup terbatas.
Ia harus mengantre cukup lama hingga bisa membeli sembako untuk kebutuhan harian. “Saya tidak dapat kupon. Jadi harus menunggu dulu. Karena yang didahulukan yang memiliki kupon. Mudahan masih bisa beli kebutuhan dan stoknya masih ada,” ucapnya, Selasa (6/2).
Di tempat yang sama, Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltara Hasriyani mengungkapkan, gelaran ini merupakan rencana aksi dan dalam tahap percobaan. Pasar murah yang rencananya akan digelar dua kali dalam sebulan. Bahkan nantinya, bukan hanya di Tanjung Selor yang menjadi titik gelaran tersebut. Pasar murah pun akan berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain.
“Ini juga salah satu kegiatan jelang Ramadan. Terlebih lagi, kita melihat gelaran ini ada kaitannya dengan Hari Besar Keagamaan Negara (HBKN),” terangnya.
Pihaknya melihat dan memantau, ada komoditas yang mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan. Paling tidak, membantu masyarakat dengan komoditas yang disubsidi mulai 25-30 persen dari harga distributor.
“Subsidi ini bukan dari harga di pasaran. Melainkan harga distributor. Dengan harga yang cukup terjangkau,” ungkap dia.
Untuk harganya, telur dijual dengan harga Rp 45 ribu per piring. Beras medium 5 kg dijual Rp 45 ribu, bawang merah Rp 35 ribu per kg, bawang putih Rp 32 ribu per kg dan minyak goreng 2 liter Rp 22 ribu. Pihaknya berusaha untuk membantu masyarakat.
“Untuk stoknya sembako, sejak pukul 08.00-11.00 Wita sudah ada ratusan paket terjual,” imbuhnya.
Kupon yang dibagikan hanya 200 nomor antrean. Namun tidak menuntut kemungkinan, ketika sudah terbagi kepada pemegang kupon tapi stok masih ada. Maka masih tetap bisa dibeli. Syaratnya harus memiliki KTP Bulungan atau tinggal di Tanjung Selor.
“Setelah Tanjung Selor, akan dilaksanakan pasar murah di Desa Antutan. Ini masih wilayah Bulungan. Nanti juga ke daerah lain, kita bertahap melaksanakan pasar murah ini,” tuturnya.
Pengawas Ahli Muda Disperindagkop dan UKM Kaltara Septi Yustina menambahkan, sejak pagi hari sudah dua kali dilakukan penambahan stok sembako. “Ini masih akan tambah stok lagi jika memang dinilai kurang. Apalagi kupon yang dibagi hanya 200 nomor. Masih ada masyarakat yang tidak mendapatkan kupon, kalau mencukupi stok kita, tetap mereka bisa membeli,” jelasnya.
Masyarakat yang tidak memiliki kupon, belum bisa dilayani. Karena masih mengutamakan pelayanan bagi masyarakat yang memiliki kupon. Ada sekitar 500 paket stok sembako yang dijual. (kn-2)


