Saturday, 4 April, 2026

471 ASN Belum Ikut Pemetaan

TANJUNG SELOR – Berdasarkan data di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Utara (Kaltara), sekitar 471 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 2.375 ASN di Pemprov Kaltara belum melaksanakan pemetaan.

Sudah ada 1.904 ASN yang mengikuti penilaian potensi tahap dua dari 2.375 ASN. Di luar tenaga pengajar dan tenaga kesehatan pada akhir 2023 lalu. Jika melihat data yang ada, masih ada sekitar 471 ASN yang belum ikut pemetaan. Sehingga BKD pun mengagendakan kegiatan tersebut dalam waktu dekat.

“Yang belum kami harap bisa ikut secara keseluruhan. Apalagi ini, merupakan salah satu upaya dalam memetakan potensi dari ASN di Pemprov Kaltara,” jelas Pelaksanan Tugas (Plt) Kepala BKD Kaltara Andi Amriampa, Rabu (7/2).

Dari keseluruhan hasil penilaian potensi tahun sebelumya, jika 51 persen ASN masuk kelompok rencana suksesi. Dengan asumsi penilaian kinerja seluruhnya sesuai ekspektasi. Hasil keseluruhan yang sudah rampung, akan diberikan ke Pejabat Pembina Kepegawaian. Dalam hal ini Gubernur Kaltara, sebagai bahan laporan.

Kegiatan ini dilakukan untuk mewujudkan talent managemen nasional. Serta meningkatkan nilai Indeks Profesionalitas ASN (IPASN) dan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK).

“Penilaian/pemetaan kompetensi dan potensi bagi pegawai dengan metode CACT-BKN sangat diperlukan. Untuk memperkuat hasil penilaian dengan sistem merit yang akan diimplementasikan,” harapnya.

Bukan hanya itu, Gubernur Kaltara telah menekankan ada empat skill generik yang harus dimiliki ASN. Meliputi mampu menggunakan information, media, and technology skills. Kemudian, menambah life and career skills. Selanjutnya, mengembangkan learning and innovation skills. Serta memiliki skill komunikasi yang efektif. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru