TANJUNG SELOR – Sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi perencanaan serta penelitian, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kaltara berupaya angka stunting dapat turun.
Hal ini sejalan dengan program nasional dalam menangani masalah stunting. Pemerintah terus lakukan berbagai upaya, untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting. Stunting merupakan penyakit atau masalah kurang gizi kronis, yang ditandai dengan tubuh pendek.
Pelaksana Tugas (Plt) Bappeda-Litbang Kaltara Bertius mengatakan, target penurunan stunting berdasarkan kajian dan koordinasi lintas sektor yakni 14 persen. Itu merupakan target di 2024 yang wajib dilaksanakan. Sebab seluruh pihak yang terlibat optimis, dapat menurunkan angka stunting di Kaltara.
“Harus optimis bisa tercapai, jika kita bekerjasama dengan baik. Target penurunan stunting sampai 14 persen sudah masuk dalam program kerja Pemprov Kaltara. Angka itu sesuai dengan target prevalensi nasional, sekaligus menjadi fokus utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kaltara,” terangnya, Rabu (7/2) lalu.
Semua perangkat daerah bukan hanya Pemprov Kaltara, melainkan juga kabupaten/kota hingga ke bawah. Diminta untuk mereview seluruh kegiatan dan program yang sudah dilakukan. Baik persoalan hambatan penurunan stunting disebut rencana aksi terpadu.
Teknisnya, kata dia, melibatkan seluruh pihak terkait untuk mendukung program percepatan penurunan. “Kami memformulasikan cara kerja yang disusun untuk aksi terpadu seluruh pihak terkait. Terutama kabupaten/kota karena eksekusi sebenarnya ada di kabupaten/kota,” ujarnya.
Sejumlah upaya mencegah stunting sejak dini, perlu mendapat peran aktif dari masyarakat. Dengan mengikuti berbagai program dan kegiatan terkait pelayanan keluarga berencana yang dilakukan BKKBN.
“Upaya mencegah stunting pada anak dapat dilakukan sejak pasangan belum menikah. Untuk menjamin kesehatan bayi hingga dilahirkan. Setiap ibu juga diharap memberikan Air Susu Ibu (ASI),” harapnya. (kn-2)


