Wednesday, 27 May, 2026

Anak di Bawah Umur Gantung Diri

TARAKAN – Warga Jalan Hasanuddin II RT 26 Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat dihebohkan dengan adanya aksi bunuh diri, sekitar pukul 17.00 Wita, Kamis (15/2) lalu.

Korban berinisial MM, berjenis kelamin laki-laki yang masih berusia 16 tahun itu ditemukan tergantung dengan seutas tali di kamarnya. Saudara korban, Alfatir menjelaskan, awalnya ada perselisihan antara korban dengan ibu kandung. Korban diduga kesal lantaran jaket miliknya belum dicuci oleh ibu kandung.

Padahal korban akan jalan bersama rekannya menggunakan jaket tersebut. Usai cek-cok, ibu korban meninggalkan tumah dan langsung pergi bekerja. Sementara hanya Alfatir, rekannya dan korban tinggal di rumah.

“Habis itu dia (korban) ambil tali berwarna biru. Teman saya yang lihat dia ambil tali. Saya waktu itu sedang main handphone. Lalu saya tanya, mau ngapain, dia jawab diamlah. Akhirnya saya terus main handphone,” ucapnya.

Ia juga sempat bertanya kembali ke korban. Namun korban mengancam akan memukul dirinya jika berani masuk ke kamarnya. Mendengar ancaman itu, Alfatir tak berani mendekati korban. Tak berselang lama, ia memberanikan diri menuju kamar korban dan melihat sudah dalam kondisi sudah tergantung.

“Ya (sudah tergantung). Langsung saya panggil bunda, saya juga yang potong talinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Randhya Sakthika Putra menegaskan, sudah melakukan olah TKP di rumah korban. Hasilnya pihaknya menemukan tali nilon berwarna biru yang masih terikat di gelanggang atap rumah.

“Kemudian terdapat bekas pijakan korban di lemari pakaian yang ada di kamar korban. Dari hasil visum tidak didapatkan tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.

Pihaknya baru memeriksa ibu korban sebagai saksi. Adapun hasilnya, ibu korban mengaku korban hendak pergi keluar rumah dan marah lantaran jaketnya belum dicuci. Pihak kepolisian masih belum dapat menggali keterangan lebih lanjut, lantaran pihak keluarga masih dalam kondisi berkabung.

“Dikarenakan pada saat itu korban mau jalan ternyata jaketnya belum dicuci. Terus cek-cok mulut dengan ibunya. Kata ibunya cuci saja jaketmu sendiri,” tuturnya.

Diduga, korban terlihat mengambil tali dari arah dapur dan menuju kamarnya. Randhya menyebut, saat korban mengambil tali sempat dilihat oleh adiknya. Namun, terdapat ancaman dari korban kepada sang adik.

Saat ibu korban melihat kejadian nahas tersebut. Ibu korban langsung menurunkan korban dan adik korbanlah yang memotong tali saat masih tergantung. Ibu korban sempat mengira MM masih bisa diselamatkan.

Namun, saat dibawa ke rumah sakit, korban disimpulkan sudah meninggal dunia oleh dokter. Dari insiden ini, polisi mengamankan satu tali nilon berwarna biru yang digunakan oleh korban gantung diri. “Jadi murni cek-cok mulut biasa saat itu, tidak ada pemukulan dari ibu korban,” pungkasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru