TARAKAN – Rupiah sebagai alat pembayaran, memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran pergerakan ekonomi dan mendukung momentum pemulihan ekonomi melalui ketersediaan yang cukup.
Bank Indonesia (BI) memandang, bahwa kebutuhan atas uang Rupiah di seluruh wilayah NKRI wajib dipenuhi tanpa terkecuali. Menurut Deputi Gubernur BI Doni Promanto Joewono, TNI AL merupakan garda terdepan untuk membela negara. Sedangkan BI melalui Rupiah merupakan garda terdepan, untuk menjaga kedaulatan negara. Dengan menghadirkan Rupiah di semua perbatasan.
“Kami apresiasi Pemkab Nunukan, tak ada lagi belanja menggunakan Ringgit Malaysia. Itu jelas sudah ada Undang-Undang Mata Uang. Barang siapa yang menggunakan uang selain Rupiah diamankan polisi. Di Bali, orang luar negeri bayar pakai Dollar, pihak hotel kena sanksi. Jadi tak ada satu pun di negara ini yang menggunakan mata uang selain Rupiah,” jelasnya.
Pihaknya juga hadir langsung di Sebatik, Kabupaten Nunukan mengakui sudah menggunakan mata uang Rupiah. Namun tantangan saat ini, masih ada barang-barang Malaysia yang dijual di Sebatik. Ia berharap, Pemkab Nunukan bisa mengirim barang ke Malaysia.
“Saya mendorong juga Pemkab Nunukan, untuk menciptakan produk yang memang dinikmati di daerah lain di Indonesia,” pesannya.
Dalam meningkatkan literasi masyarakat terhadap uang Rupiah, sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah. Pihaknya juga meresmikan Tugu Rupiah Berdaulat yang terletak di patok dua batas negara, Sebatik Kabupaten Nunukan. Mengambil bentuk tugu berupa Gajah Mini (Borneo Pygmy Elephant), diharapkan dapat memperkenalkan hewan endemik Kalimantan bagian Utara ini. Sebagai spesies satwa gajah terkecil di dunia kepada masyarakat luas.
Selain itu, Tugu Rupiah Berdaulat dilengkapi dengan ornamen permadani berhias motif Lulantibu, penggabungan 5 etnis di Kabupaten Nunukan. Yaitu Lundayeh, Tagalan, Taghol, Tidung dan Bulungan yang merupakan implementasi Bhineka Tunggal Ika di perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui pembangunan tugu, diharapkan dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat sekitar serta kesadaran atas pentingnya menjaga kedaulatan NKRI. Sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat, bahwa Rupiah merupakan cerminan jendela Indonesia dan alat pemersatu bangsa.
“Perbankan sebagai mitra Bank Indonesia yang memiliki peran sentral melalui layanan penukaran uang. Guna memastikan ketersediaan uang tunai, untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat,” tuturnya.
Layanan penukaran uang memberikan manfaat bagi masyarakat maupun perbankan. Selain menjamin ketersediaan uang layak edar pada dua sisi. Kehadiran perbankan juga tentunya mendorong peningkatan perekonomian daerah. Pihaknya mengapresiasi pelaksanaan pendistribusian uang yang berkualitas, khususnya ke seluruh wilayah 3T di NKRI. Dalam menegakkan dan menjaga kedaulatan bangsa Indonesia. (kn-2)


