TANJUNG SELOR – Pada gelaran Produk Unggulan Kecamatan Tanjung Selor, selama dua hari (1-2 Maret), di Pendopo Lapangan Agathis, menampilkan berbagai macam produk inovatif berbahan lokal. Mulai dari makanan hingga kerajinan tangan, termasuk bahan daur ulang yang bernilai ekonomis tinggi.
“Tentu kegiatan yang kita laksanakan, bagian yang tak terpisahkan dari wujud pelaksanaan 15 program prioritas. Dari kegiatan ini, kita bisa melihat produk unggulan yang dihasilkan masyarakat pelaku UMKM di Tanjug Selor,” terang Bupati Bulungan Syarwani, Sabtu (2/3) lalu.
Menurut bupati, kegiatan ini tentunya menjadi panggung bagi UMKM untuk menampilkan produk unggulannya. Hal tersebut sejalan dengan harapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan. Bagaimana memberikan ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM, untuk memasarkan produknya. Tentu berdampak langsung terhadap pergerakan roda perekonomian masyarakat.
“Kegiatan serupa tidak hanya digelar setahun sekali. Saran saya bukan hanya pada momentum tertentu saja. Kegiatan ini juga bisa dilaksanakan bukan hanya di Lapangan Agathis. Bisa di space (ruang) Tugu Cinta Damai,” saran bupati.
Bupati juga mengatakan, beberapa waktu lalu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek). Sekaligus pengawasan pada pelaku UMKM berbasis risiko. Untuk memastikan para pelaku usaha di Bulungan memiliki legalitas. Dalam mengembangkan usaha, untuk lebih memantapkan.
“Saya tugaskan (DPMPTSP) untuk menginventarisasi kembali para pelaku UMKM. Agar dibantu mengenai aspek perizinan legal berusaha. Karena ini sangat penting, sehingga produk yang dihasilkan benar-benar dalam pengawasan dan sesuai ketentuan serta regulasi yang berlaku,” ungkap bupati.
Bupati memastikan, tidak ada pungutan biaya apapun dalam proses pengurusan perizinan berusaha.
“Tak ada pungutan satu rupiah pun, untuk memperoleh Nomor Izin Berusaha (NIB) di kantor DPMPTSP. Jika ada hal yang menyangkut birokasi yang memperlambat prosesnya termasuk pungutan (biaya tertentu). Tolong laporkan pada saya secara langsung,” tegasnya.
Bupati mengingatkan pada DPMPTSP, agar memastikan setiap pelayanan perizinan berusaha UMKM tidak menyulitkan. Termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes), berkaitan produk makanan yang higienis, jaminan kesehatan layak konsumsi. Terhadap produk makanan yang dihasilkan pelaku UMKM sebelum dipasarkan.
“Tolong dibantu berkaitan pengurusan PIRT (Perizinan Produk Industri Rumah Tangga). Termasuk BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) para UMKM kita. Dapat diurus secara berjenjang, agar produknya memiliki jaminan mutu dan kesehatan yang jelas,” pinta bupati.
Bupati mengapresiasi kerja keras DPMPTSP, yang tidak hanya membuka layanan perizinan di kantor pada hari kerja. Bahkan di luar hari kerja juga membuka layanan perizinan, terutama saat kegiatan Tebu Kayan.
“Orang mengurus izin tidak hanya saat jam kerja di kantor. Tapi di hari Minggu saat Tebu Kayan pun bisa berikan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Mendekati bulan suci Ramadan 1445 Hijriah, yang tinggal beberapa hari lagi. Bupati berharap para pelaku UMKM selalu memanfaatkan teknologi. Dalam pemasaran produk, agar memperluas jangkauan pemasaran.
“Karena kita sudah mengarah pada pemesaran berbasis teknologi. Tak perlu berhadapan langsung, semua dapat dipesan melalui handphone,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bulungan Aluh Berlian menilai, produk unggulan yang dimiliki Bulungan memang harus dikembangkan. Terutama dari sisi kemasan dan pemasaran, agar bisa merambah di luar Bulungan.
“Tentu hal itu para pelaku UMKM butuh dukungan pemerintah daerah. Apalagi yang menyangkut persoalan perizinan NIB. Agar para pelaku UMKM dimudahkan mengurus izin itu,” singkatnya. (kn-2)


