TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatatkan kinerja ekspor yang menggembirakan di awal tahun 2024.
Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, nilai ekspor komoditas melalui pelabuhan di provinsi ini pada Januari 2024 mencapai USD 361 juta. Jumlah tersebut naik 76,78 persen, dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya USD 204,21 juta.
Kepala BPS Kaltara Mas’ud Rifai mengatakan, kenaikan ekspor didorong oleh permintaan pasar internasional. Terhadap komoditas non migas hasil tambang dan industri dari Kaltara. “Komoditas ekspor Kaltara pada Januari 2024 seluruhnya merupakan komoditas non migas. Dengan nilai USD 361 juta atau naik 38,71 persen dibandingkan Januari 2023,” terangnya, Senin (4/3) lalu.
Menurut Mas’ud, ekspor non migas hasil tambang naik 92,20 persen dari USD 97,64 juta menjadi USD 187,66 juta. Sedangkan ekspor non migas hasil industri naik 5,35 persen, dari USD 106,57 juta menjadi USD 112,34 juta. Sementara, ekspor non migas hasil pertanian dan gas alam mengalami penurunan masing-masing sebesar 11,12 persen dan 10,36 persen.
Dari total ekspor Kaltara, sebagian besar merupakan ekspor asli yang berasal dari produksi di dalam provinsi, yaitu sebesar USD 134,15 juta. Namun, nilai ekspor asli ini mengalami penurunan 31,81 persen dibandingkan Desember 2023 yang mencapai USD 196,74 juta.
“Penurunan ekspor asli disebabkan oleh menurunnya ekspor hasil tambang dan pertanian. Sedangkan ekspor hasil industri mengalami kenaikan,” ungkapnya.
Dari ekspor asli Kaltara, sebagian dilakukan melalui pelabuhan di luar provinsi, yaitu sebesar USD 4,73 juta. Pelabuhan-pelabuhan tersebut berada di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
“Hal ini menunjukkan bahwa Kaltara memiliki potensi ekspor yang besar dan perlu dukungan infrastruktur pelabuhan yang memadai. Untuk memperlancar arus barang keluar masuk,” pintanya.
Ia menyebutkan, lima negara tujuan utama ekspor Kaltara pada Januari 2024 terdiri dari Tiongkok, India, Malaysia, Filipina, dan Jepang. Kelima negara ini menyumbang 79,97 persen dari total ekspor Kaltara pada bulan tersebut.
“Jika dibandingkan dengan Desember 2023, sebagian besar terjadi peningkatan ekspor ke berbagai negara, kecuali Filipina dan Korea Selatan yang mengalami penurunan,” pungkasnya. (kn-2)


