JAKARTA – Bupati Bulungan didampingi Sekkab serta Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) bertemu Tim The Global Green Growth Institute (GGGI), membahas strategi peningkatan ekonomi hijau, di Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis (7/3) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bulungan Syarwani sangat serius dan menyambut baik kerja sama progam ekonomi hijau. Dengan mengembangkan proyek-proyek yang bankable, berdasarkan kontribusi yang ditetapkan secara nasional (Nationally Determined Contribution/NDC). Tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Serta menghubungkan proyek ekonomi hijau dengan sumber pendanaan, yang dimungkinkan melalui dukungan dana dari pemerintah Norwegia.
“Program ini untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan dan inklusif di tiga sektor prioritas. Yaitu energi, lanskap dan infrastruktur berkelanjutan,” sebutnya.
Sasaran program ekonomi hijau di Bulungan meliputi tiga desa, yaitu Desa Salimbatu, Sekatak Buji, dan Sekatak Benggara. Menurutnya, program yang dikaksanakan oleh GGGI ini sejalan dengan salah satu dari 15 program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan.
Bahkan pada tahun 2022, Pemkab Bulungan telah meluncurkan program prioritas TAKE (Tranfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi). Yang mendukung anggaran desa untuk bidang ekologi dalam menciptakan Bulungan hijau.
“Kita optimis kerjasama antara GGGI dan Pemkab Bulungan akan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dengan adanya investasi besar Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur. Program industri hijau GGGI dapat berjalan beriringan.
“Nilai positif dari program ini, memastikan pembangunan berkelanjutan sejalan dengan misi kita. Meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Bupati menambahkan, pembangungan Bulungan harus paralel dan berjalan bersama dengan kawasan industri.
“Kita butuh kawasan industri, di sisi lain juga butuh kesinambungan dan keberlanjutan dalam pembangunan,” imbuhnya. Dari pertemuan tersebut, ada beberapa program prioritas dikembangkan di kawasan Integrated Area Development (IAD).
Salah satunya ketahanan pangan untuk padi unggulan organik, energi terbarukan, air bersih untuk rehabilitasi kualitas air serta penanganan persampahan.
“Pemda memberi support dan siap bekerjasama dengan kegiatan GGGI, dalam membanguan Indonesia, khususnya di Bulungan. Kami juga telah membentuk tim sebagai partner GGGI untuk membantu kegiatan yang ada di lapangan,” pungkasnya. (dkip)


