TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara (Kaltara) mengambil langkah proaktif, selama bulan suci Ramadan. Untuk memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
Kepala DPKP Kaltara Heri Rudiono mengungkapkan, meskipun stok bawang merah, bawang putih, kedelai, dan daging sapi saat ini tercatat cukup. Jumlahnya masih di bawah kebutuhan ideal, untuk memenuhi permintaan selama Ramadan hingga Lebaran.
“Menurut data terkini, stok bawang merah 354 ton, bawang putih 281 ton, kedelai 862 ton, dan daging sapi 100 ton. Angka-angka ini menunjukkan kekurangan yang signifikan, dibandingkan dengan tingkat konsumsi yang diperkirakan,” jelasnya, Jumat (15/3).
Untuk mengatasi potensi krisis bahan pokok, DPKP Kaltara melakukan serangkaian inisiatif. Termasuk mencari agen pasokan baru, meningkatkan komunikasi antardaerah, serta melakukan inspeksi pasar secara rutin. Selain itu, diadakan juga Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar murah oleh Disperindagkop Kaltara. Bertujuan untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu.
DPKP Kaltara akan terus memantau situasi dan bekerjasama dengan DPKP di tingkat kabupaten/kota. Untuk mengawasi ketersediaan dan harga bahan pokok. Diharapkan dapat mencegah kenaikan harga yang tidak wajar dan memastikan pasokan bahan pokok yang stabil setiap hari.
“DPKP Kaltara berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan. Demi kenyamanan dan keamanan pangan masyarakat Kaltara,” tegasnya.
Sebelumnya, Kapolda Kalimantan Utara Irjen Daniel Adityajaya melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Ronald Ardiyanto Purba menegaskan, terus mengawasi dan mengantisipasi potensi lonjakan harga yang tidak wajar selama Ramadan.
“Kami akan memantau ketersediaan bahan pangan setiap hari untuk mencegah kelangkaan dan memonitor fluktuasi harga yang dirasakan oleh masyarakat,” terangnya.
Pihak kepolisian siap melakukan intervensi jika terjadi lonjakan harga yang melewati batas kewajaran. Langkah intervensi ini akan mencakup seluruh mata rantai perdagangan, mulai dari produsen hingga pedagang eceran.
“Kami akan menelusuri proses pengiriman bahan pangan dan melakukan pengecekan gudang distributor bapokting. Untuk memastikan keberadaan dan distribusi barang,” tuturnya. (kn-2)


