TARAKAN – Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kaltara melakukan pengawasan pelayanan publik, dalam momen arus mudik di Pelabuhan Malundung Kota Tarakan.
Pasalnya, akan terdapat kenaikan jumlah penumpang dibandingkan hari biasanya. Sebelumnya, telah dilakukan rapat koordinasi yang melibatkan unsur KSOP Tarakan, Pelindo, Pelni, BPTD, TNI/Polri, Ombudsman, Basarnas dan lainnya. Guna mempersiapkan pelayanan yang baik untuk penumpang.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kaltara Maria Ulfah menegaskan, telah memberikan penekanan agar jumlah pemudik disesuaikan fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia. Terlebih, pihaknya turut dilibatkan dalam pelaksanaan posko angkutan laut lebaran di Pelabuhan Malundung.
“Begitu juga dengan ketersediaan tiket. Jangan sampai nanti masyarakat itu menggunakan calo,” tegasnya, Minggu (31/3).
Adapun fakta di lapangan yang ditemukan, oknum calo masih banyak berkeliaran. Pada tahun sebelumnya, pihaknya mendapati adanya penumpang yang membeli tiket hingga dua kali lantaran berhubungan dengan calo. Bahkan oknum calo tersebut melakukan aksinya secara terang-terangan.
“Makanya patut ditanyakan, calo dapat tiket dari mana. Karena yang keluarkan tiketnya Pelni. Kita sempat koordinasi dengan Pelni, untuk memastikan tiket dan kontrol terhadap mitranya,” tuturnya.
Seharusnya, nama penumpang yang akan berangkat harus sesuai tiket dan KTP. Hal ini pun telah diantisipasi petugas, dengan melakukan cross check sebelum penumpang naik ke kapal. Mayoritas, diduga oknum calo berasal dari buruh yang bekerja di pelabuhan.
“Kita tidak rahasiakan ya siapa yang jadi calo, memang faktanya seperti itu. Lalu ada beberapa trik yang mereka gunakan, supaya bisa masuk sampai ke kapal tanpa KTP. Mereka biasanya datang di last minute, atau barang yang ketinggalan. Itu bisa dimanfaatkan,” sambung Kepala Keasistenan Pencegahan Mal Administrasi Ombudsman Perwakilan Kaltara, Bakuh Dwi Tanjung.
Selain calo, kelengkapan sarana dan prasarana di gedung terminal turut disorot. Terutama pada ruang kesehatan yang tak memiliki alat kesehatan. Bahkan, kotak P3K juga tak berisi obat-obatan atau medis untuk pertolongan pertama. Hal ini juga sudah disampaikan Pelindo dan terdapat rencana renovasi untuk rehab di Pelabuhan Malundung.
Kondusifitas di lingkungan Pelabuhan Malundung perlu diperbaiki. Terlebih saat keberangkatan dan kedatangan kapal, banyak kendaraan yang parkir menutup jalan. Sehingga terjadi kemacetan di depan Pelabuhan Malundung. Untuk armada, diketahui beroperasi dengan baik dan sudah dilakukan ramp check.
“Kapalnya juga ready semua, palingan hanya kemacetan saja dan keterlambatan kapal saat bersandar. Sudah kita koordinasikan ke KSOP agar bisa ditindaklanjuti,” pungkasnya. (kn-2)


