TANJUNG SELOR – Sebanyak 20 Wirausaha Baru (WUB) Industri Kecil Menengah (IKM) mendapat bimbingan teknis diversifikasi produk anyaman yang terlaksana di Tanjung Selor, Rabu (23/3).
Bimbingan teknis (Bimtek) tersebut merupakan garapan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltara. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kaltara Hasriyani menjelaskan, berupaya mendorong diversifikasi produk anyaman di kalangan pengrajin dari bahan baku pelepah pisang.
“Pelepah pisang dipilih karena memang tren saat ini. Sangat mudah ditemui di Kaltara. Apalagi bisa dikombinasikan dengan rotan yang juga banyak ditemui,” ujar Hasriyani yang ditemui Harian Rakyat Kaltara.
Dalam bimtek tersebut, pemateri dari Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta. Bahkan, narasumber diminta untuk melatih peserta agar bisa memanfaatkan bahan baku pelepah pisang hingga menjadi produk siap jual.
Rata-rata dari peserta memiliki latar belakang pelaku kerajinan. Namun dengan menggunakan bahan baku berbeda. “Kami harap mereka bisa melihat peluang dari paparan pemateri. Kemudian bisa termotivasi untuk memanfaatkan pelepah pisang di sekitarnya,” harap Hasriyani.
Menurut dia, produk kerajinan pelepah pisang memiliki nilai jual yang bagus. Sehingga potensial secara ekonomi untuk terus dikembangkan. “Sebagai awalan, kami ingin mereka tahu tekniknya dulu bagaimana. Kalau sudah bisa, pasti dapat menangkap peluang pasar,” tuturnya.
Produk kerajinan pelepah pisang bersifat unik dan natural. Sehingga menjadi komposisi yang pas dan sesuai minat masyarakat. Salah satunya di kalangan ibu rumah tangga untuk menghias hunian rumah.
Secara teknis, Hasriyani memahami jika penting bagi pemerintah menjadi pionir yang menyerap produk para pengrajin. Ini dinilai bisa memacu semangat dan memberi motivasi bagi mereka. Disperindagkop Kaltara akan mendorong adanya regulasi keterlibatan instansi vertikal dan sektor swasta, untuk turut berkontribusi. (kn-2)


