TANJUNG SELOR – Meski minyak goreng telah normal dijual di pasaran, namun yang menjadi persoalan adanya kelangkaan. Pasalnya, masyarakat masih sulit mendapatkan minyak goreng.
Salah satu yang menjadi langkah pemerintah, dengan menyediakan alternatif seperti minyak goreng curah. Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang belum bisa memastikan minyak goreng curah akan datang ke Kaltara. Diketahui, minyak goreng curah itu berasal dari Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).
“Minyak goreng curah masih kami koordinasikan. Yang jelas, kita akan memberikan alternatif kepada masyarakat. Dalam mengatasi persoalan minyak goreng di Kaltara,” singkatnya, Kamis (24/3).
Terpisah, Ketua DPRD Kaltara Albertus Stefanus Marianus mengaku, solusi untuk pengadaan minyak goreng curah sebagai upaya membantu masyarakat merupakan langkah tepat. Apalagi, Pemerintah Pusat telah mengeluarkan edaran dan aturan terkait minyak goreng. Baik yang kemasan premium maupun minyak goreng curah.
“Saya dan seluruh anggara dewan sepakat. Karena pemerintah harus mengambil langkah yang tepat dengan kondisi saat ini. Salah satu langkah yang diambil, kita membeli sendiri minyak goreng curah. Kemudian dipasarkan melalui mekanisme yang sesuai aturan,” terangnya.
Poltisi PDI Perjuangan ini meminta Pemprov Kaltara berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), mengenai pembelian minyak goreng curah. Perlu dibahas bersama BPK, mengenai boleh atau tidak mengunakan uang daerah atau APBD untuk membeli minyak goreng curah.
Persoalan minyak goreng juga akan dibahas oleh DPRD Kaltara. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan Disperindagkop dan UKM Kaltara. “Harus dikupas, apa persoalan pokoknya. Bagaimana stoknya sebenarnya. Sehingga bisa didapatkan titik terang, selain langkah yang membeli minyak goreng curah,” imbuhnya. (kn-2)


