Thursday, 23 April, 2026

Dipicu Adanya Kenaikan PPN 11 Persen, Harga Bahan Pokok pun Berimbas

TARAKAN – Sejumlah bahan pokok diperkirakan terjadi tren kenaikan saat memasuki bulan Ramadan nanti.

Selain minyak goreng yang sudah mengalami kenaikan harga, pasca dicabutnya subsidi dari pemerintah. Selanjutnya seperti harga gula dan tepung diperkirakan akan naik. Kenaikan harga Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi salah satu pemicu kenaikan harga. “Ada kenaikan PPN jadi 11 persen pada April nanti. Bisa jadi akan naik lagi harga barang,” ujar Sub Koordinator Seksi Sarana Distribusi Stabilisasi Harga dan Fasilitasi Perizinan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUMP) Tarakan, Erni Mardi Astuti, kemarin (28/3).

Kenaikan PPN ini berlaku untuk seluruhnya, termasuk sembako dari hasil produksi diantaranya beras. Sedangkan daging sapi, sayuran maupun ayam potong kemungkinan tidak berpengaruh dan tidak ada kenaikan harga.

Sama halnya dengan cabai yang sebagian didatangkan dari Surabaya dan cabai lokal, kemungkinan tidak mengalami kenaikan harga, karena adanya kenaikan PPN. Namun, penyebab naiknya harga cabai ini dimungkinkan karena permintaan yang banyak. Sementara pasokan di pasar berkurang.

“Sekarang harga cabai kecil Rp 120 ribu per kilogram. Sedangkan cabai yang datang menggunakan kapal dari Surabaya Rp 80 ribu per kilogram. Justru yang cabai kecil yang mahal,” tutrnya.

Mesti tidak ada kenaikan PPN sejak April nanti, biasanya di hari-hari besar keagamaan atau di momen tertentu memang terjadi kenaikan harga. Pemicu lain, misalnya karena produksi yang berkurang, sementara permintaan meningkat. “Kalau kenaikan harga kan tren naik, karena permintaan. Kalau banyak, kan harga naik. Kalau permintaan menurun, harga ikut turun,” jelasnya.

Pihaknya akan melakukan pengecekan ke pasar-pasar tradisional, untuk memastikan ketersediaan pangan dan kestabilan harga setiap awal pekan. Selain meninjau langsung ke pasar, juga akan meminta data harga ke distributor.

Kalau minyak goreng, ada rencana distributor ingin datangkan dalam jumlah banyak. Hanya saja tidak semua bisa dibongkar sekaligus. Ada 7 kontainer masuk, dibongkar bertahap. “Kami sudah surati semua distributor sejak awal Maret, untuk mempersiapkan bahan pangan jelang Ramadan dan Idul Fitri,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara terus melakukan monitoring. Terhadap pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Kasubdit 1 Dit Reskrimsus Polda Kaltara AKBP Andreas Dedy mengatakan, saat ini menjadi perhatian adalah minyak goreng.

Polda Kaltara sampai jajaran Polres, setiap harinya melakukan monitoring pengecekan di lapangan. Baik itu kepada pihak distrubutor hingga pengecer. Pihaknya mengumpulkan sejumlah data. “Jadi dengan adanya data di lapangan, sebagai bahan kita melakukan pengawasan. Untuk mengantisipasi adanya kelangkaan minyak goreng. Sehingga terjaganya ketersedian stok distributor,” terangnya, Senin (28/3).

Pada dasarnya, Satgas Pangan mengedepankan adanya ketersediaan pasokan di masyarakat. Terkait adanya barang-barang ilegal dan sebagainya, perlu dilakukan antisipasi.

“Itu yang juga harus diselidiki. Minimal pengecekan dilakukan mulai dari asal usulnya minyak yang jelas. Jadi bukan sembarang bisa kita konsumsi,” tuturnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru