NUNUKAN – Menghadapi bulan suci Ramadan 1443 Hijriyah, sebanyak 1 kontainer minyak goreng bakal didatangkan agen pemasok ke Kabupaten Nunukan.
Pengawas perdagangan pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan Abdul Rahman mengatakan, Kabupaten Nunukan memiliki kesiapan yang cukup untuk pemenuhan bahan kebutuhan pokok. Termasuk minyak goreng yang di sejumlah kota mengalami kelangkaan.
“Satu container didatangkan ke Nunukan, sekitar 19.500 kilogram. Tentunya akan menambah stok yang ada saat ini. Nunukan kalau untuk minyak goreng dan kebutuhan pokok InsyaAllah aman,” ujarnya, Selasa (29/3).
Tidak ada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan untuk minyak goreng. Persoalan harga sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar dan dijual dengan harga ekonomi. Rahman juga mengatakan, belum ada kenaikan harga ataupun kelangkaan sembako jelang Ramadan kali ini.
Hasil pantauan petugas DKUKMPP ke sejumlah pasar tradisional dan mini market, semuanya masih stabil.
“Untuk minyak goreng, kita memiliki stok sebanyak 4.427 kilogram dengan harga Rp 22 ribu per liter,” imbuhnya.
DKUKMPP secara rutin melakukan pemantauan, sekaligus urun rembug dan dialog terkait harga serta ketersediaan stok di pasar. Sejauh ini, stok bahan penganan di tiap pasar cukup tersedia. Tidak ada kelangkaan sembako ataupun sayuran yang selama ini disuplai dari Sulawesi Selatan ataupun Surabaya, Jawa Timur.
DKUKMPP sudah membuat daftar harga bagi sejumlah kebutuhan pokok. Untuk sayur mayur, harga sebenarnya tetap mengacu pada Sulawesi. Sebagai daerah penghasil sayuran ke Nunukan. Namun demikian, persedian barang selama Ramadan diperkirakan mencukupi. Pasalnya, angkutan transportasi kapal yang bisa membawa sembako dan sayuran dari Sulawesi dalam kondisi lancar. (kn-2)


