Monday, 20 April, 2026

Satu Korban Tertimbun Longsor Meninggal, Satu Lagi Masih Pencarian

TIDENG PALE – Upaya pencarian terhadap dua pekerja yang tertimbun longsor di perusahaan Pipit Mutiara Jaya (PMJ), oleh Basarnas Tarakan dan tim gabungan membuahkan hasil.

Kemarin (30/3), satu pekerja yang ditemukan atasnama Sawaluddin (43) ditemukan. Meskipun kondisi sudah tidak bernyawa. Tim pencarian kemudian mengevakuasi korban dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara satu orang lagi masih dalam proses pencarian, atasnama Santok (32).

Dalam pencarian tersebut, tim gabungan menggunakan peralatan berupa D-Max, RIB 02 Tarakan, excavator milik perusahaan, peralatan medis 1 Set, baju azmat dan alat komunikasi. Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sesayap Hilir Ipda Agung Wahyudi membenarkan bahwa satu pekerja yang berhasil ditemukan sudah meninggal dunia.

“Yang ditemukan satu orang. Sementara satunya sedang dalam pencarian,” singkatnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KTT Ridwan Ahmad Darwis mengungkapkan, personel BPBD sempat dilarang masuk area perusahaan. “Personel kami awalnya tak diizinkan masuk ke lokasi tambang itu. Namun, informasi yang saya dapatkan hari ini (kemarin, Red) sudah diperbolehkan masuk areal tambang,” ujarnya.

Dari insiden ini, awak media berusaha untuk meminta konfirmasi pihak perusahaan. Akan tetapi, tidak mendapat tanggapan dari pihak perusahaan. Terjadinya longsor di lokasi pertambangan tersebut, mendapat perhatian dari Bupati Ibrahim Ali.

Bupati meminta pihak perusahaan untuk melakukan upaya pencarian lebih maksimal. Atas insiden yang terjadi, bupati turut perihatin dan berharap kejadian tidak terulang lagi.

“Saya meminta pencarian lebih dimaksimalkan. Semoga korban yang masih tertimbun bisa segera ditemukan,” harap Bupati.

Mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan izin, itu kewenangan Pemerintah Pusat. Tapi, jika memang ada kesalahan dan pelanggaran bisa diberikan sanksi berdasarkan regulasi dan aturan berlaku. “Bupati tidak memiliki kapasitas untuk mencabut izin tambang. Saat ini kita pikirkan nyawa korban dulu, untuk diselamatkan,” tegasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru