Thursday, 23 April, 2026

Berupaya Tekan Angka Stunting di KTT

TIDENG PALE – Persoalan stunting di Kabupaten Tana Tidung (KTT) menjadi perhatian bagi pemerintah daerah. Bahkan, Bupati KTT Ibrahim Ali menginstruksikan pelayanan kesehatan bersifat jemput bola.

Dengan program dokter keliling, dijadwalkan kunjungan ke desa maupun kecamatan pada waktu tertentu. Bahkan ada juga dokter spesialis anak dan ahli  penyakit dalam. Dengan program jemput bola seperti ini, dapat mempermudah masyarakat untuk konsultasi setiap jenis penyakit.

Persoalan angka stunting pun dibahas Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), bersama Kelompok Kerja (Pokja) IV kecamatan dan desa. Ketua PKK KTT Vamelia Ibrahim menuturkan, persolan stunting merupakan hal serius karena menyangkut masa depan anak.

Pengentasan angka stunting telah dicanangkan pemerintah daerah, yang dikemas dalam program KTT Sehat. “Data yang kami peroleh dari Dinkes KTT, angka stunting saat ini sekitar 43 anak. Jika dipersentasekan sekitar 20,8 persen,” ujarnya, Kamis (31/3).

Bukti keseriusan ini, PKK bersama Pokja IV memasukkan persoalan ini dalam program unggulan. Tugas ke depanya, memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Agar bersama-sama memperhatikan pola hidup bergizi.

Kegiatan Pokja IV kali ini membahas soal stunting. Target sasaran yakni remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan balita usia 0-59 bulan. PKK, lanjut Vamelia, bersedia mengawal jika ada anak yang masuk kategori stunting. Dengan diberikan pendampingan, perhatian khusus secara berkelanjutan.

“Pendekatan secara emosional, pada ibu hamil atau menyusui menjadi target. Dengan langkah-langkah seperti ini bisa menuntaskan masalah stunting di KTT,” harpanya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru