TANJUNG SELOR – Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) telah lakukan pertemuan dengan pihak Malaysia. Dalam pertemuan tersebut, isu dibukanya kembali keran perdagangan di perbatasan diperkirakan terealisasi.
Bersama dengan Menteri Di Jabatan Perdana Menteri Malaysia (Hal Ehwal Sabah dan Sarawak) Datuk Seri Panglima DR Johnity Maximus Bin Ongkili bersama Menteri Di Jabatan Perdana Menteri Malaysia (Menteri Ekonomi) Dato’ Sri Mustapa Bin Mohamed, dibahas peluang kerjasama ekonomi yang bakal terjalin dengan Malaysia.
Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Promosi dan Kerjasama Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara Hasan Basri menjelaskan, pertemuan itu terkait kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Malaysia melalui jalur perbatasan di Kaltara. Saat ini, keran perdagangan di wilayah perbatasan belum maksimal. Bahkan pihak Malaysia melakukan lockdown. Sehingga menyulitkan masyarakat di perbatasan, untuk memenuhi kebutuhan.
“Pihak Malaysia ingin membuka lagi hubungan bisnis dan dagang antar negara di perbatasan Kaltara dan Malaysia,” ujarnya, Selasa (5/4).
Masyarakat Kaltara, Serawak dan Sabah memiliki ikatan kekeluargaan. Hal ini juga bisa menjadi pertimbangan untuk membuka jalur perdagangan di wilayah perbatasan Kaltara dan Malaysia. “Kami meminta agar Malaysia membuka jalur perdagangan dan menyetujui meski secara lisan,” harapnya.
Dari informasi yang diterima, jalur orang di perbatasan sudah berjalan. Akan tetapi untuk jalur barang masih terbatas. Apalagi, pihak Malaysia sudah berjanji, untuk membuka keran perdagangan perbatasan. “Saat ini, memang sudah terbuka jalur orang dan barang meski ada keterbatasan,” tuturnya. (kn-2)


