Saturday, 18 April, 2026

DPRD Nunukan Soroti Pembangunan Ruang Operasi RSUD

NUNUKAN – Diduga ada kejanggalan dalam proyek pembangunan ruang operasi di RSUD Nunukan. Kejanggalan tersebut berkaitan hasil akhir proyek pembangunan yang menelan anggaran lebih Rp 20 miliar.

Hal itupun mendapat tanggapan dari Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Nunukan H Andi Mutamir. Dikatakannya, butuh konfirmasi dan klarifikasi terkait dugaan kejanggalan pembangunan ruang operasi RSUD Nunukan. Yang hasilnya dinilai tidak sesuai besarnya anggaran yang digunakan.

“Kita akan panggil Direktur RSUD Nunukan, kontraktor dan PPTK untuk klarifikasi. Nilai sebesar itu dengan hasil yang kami lihat langsung di lapangan, seakan tidak masuk akal,” ungkapnya, Jumat (8/4).

Dari monitoring yang dipimpin Ketua DPRD Nunukan Hj Rahma Leppa Hafid. Para legislator menganggap ada yang salah dengan proyek ini. Ruang operasi RSUD baru terselesaikan sekitar 50 persen dari target. Proyek dengan item pembangunan ruang operasi, secara kasat mata terlihat sejumah pekerjaan kasar yang menjadi perdebatan internal DPRD.

Hanya terlihat 3 ruang operasi, pemasangan AC bagian belakang dan penggantian tehel/lantai keramik. “Menurut pihak rumah sakit, hasil itu sudah memenuhi standar Kemenkes. Kita tak percaya begitu saja. Kami merasa aneh saja, anggaran besar tapi hasilnya tak sesuai keinginan,” ujarnya.

Ia mengakui, sejumlah proyek di RSUD Nunukan tengah dalam pemeriksaan BPK. Sebagai fungsi pengawasan, DPRD berhak mendapat penjelasan atas dugaan kejanggalan. Dalam proyek yang dianggarkan Rp 20.441.070.000, dan baru terealisasi 50,26 persen tersebut.

“Memang anggaran baru dibayar sekitar Rp 7 miliar. Kita mau pastikan standar kesehatannya seperti apa? Apakah itu memang sesuai dan sebagainya,” tegasnya.

DPRD Nunukan melakukan monitoring proyek LKPJ Bupati Nunukan 2021, di RSUD Nunukan, pada Selasa (5/4). Selain mengkritisi hasil pembangunan ruang operasi, para anggota dewan mengawasi sejumlah item pekerjaan lainnya. Masing-masing, pembangunan Ruang Central Sterile Supply Departement (CSSD) dengan pagu Rp 1.464.300.000 dari DAK. Pembangunan Ruangan Bersalin dengan pagu anggaran Rp 3.000.700.000 (DAK). Selanjutnya, pembangunan Ruang Laboratorium dengan anggaran Rp 1.976.410.000 dari DAK penugasan.

Pembangunan Ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), alokasi anggaran Rp 2.693.780.000. Pembangunan Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU), anggaran Rp 2.693 780.000 dari DAK. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru